Pencarian populer

Ambisi Atta Halilintar Jadi Nomor Satu di Asia Tenggara

Konten Data Penguasa YouTube Indonesia. (Foto: Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan)

Dua kru tampak sibuk mengeluarkan kamera dari sebuah kotak hitam. Sementara, seorang penulis naskah tengah memberikan arahan pada Atta Halilintar.

YouTuber dengan 6 juta lebih subscribers itu mengangguk dan mengulang-ngulang dialog yang disodorkan lewat kertas putih. Hari itu, Selasa (13/11), gerimis mengguyur area syuting di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Akibatnya, proses syuting menjadi sedikit repot. Atta dan kru keluar saat hujan agak reda dan kembali berlarian masuk ruangan ketika hujan turun lagi. Setelah beberapa jam, akhirnya syuting untuk sebuah iklan produk itu selesai juga.

Kesibukan seperti itu sudah menjadi rutinitas Atta Halilintar. Terutama, setelah namanya populer sebagai YouTubers dengan jutaan subscribers.

Nama Halilintar sendiri mulai populer setelah terbitnya buku ‘Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team’ pada 2015. Buku yang berkisah tentang perjalanan bisnis keluarga Halilintar. Mengelilingi 120 negara dengan membawa 11 anak tanpa pembantu.

Konten Data Penguasa YouTube Indonesia. (Foto: Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan)

“Karena waktu itu kita habis bikin buku, lalu diundang (oleh stasiun televisi). Kita disuruh nyanyi,” kenang Atta ke kumparan.

Dia menyebut, keluarga Halilintar memang punya hobi nyanyi, khususnya ketika berada di kamar mandi. Berawal dari hobi itu tercetuslah ide membuat channel YouTube untuk cover lagu. Memilih YouTube karena keluarga Halilintar merasa tidak cocok tampil di televisi.

“Enggak usah lah televisi. Kayaknya kita harus serius di YouTube saja,” kata Atta.

Keseriusan Atta dan keluarga Halilintar ternyata membuahkan hasil. Dari 12 akun YouTube milik keluarga Halilintar, mimiliki 18 juta subscribers. Sementara video-video mereka ditonton 1,67 miliar kali hingga 10 November 2018.

Jumlah subscribers terbanyak dipegang Atta Halilintar, kemudian disusul Gen Halilintar, barulah Saaih Halilintar di urutan ketiga.

Dari 12 saluran, Atta menyebut tidak ada pembagian konten secara khusus. ”Tergantung anak-anaknya, rajin atau enggak,” ucap Atta.

Atta yang bergelar 'King of YouTube' Indonesia itu menambahkan, adik-adiknya mengerjakan konten masing-masing secara mandiri. Alasannya, mereka memang lebih nyaman bekerja sendiri tanpa tim.

Selain itu, tiap saluran YouTube keluarga Halilintar memiliki segmentasi yang berbeda. Contohnya, Sohwa Halilintar yang memilih topik kecantikan. Sementara Saaih Halilintar sering membuat ulasan barang-barang berharga mahal.

Meski mempunyai ciri khas masing-masing, kesebelasan Gen Halilintar ini tetap bersaing. Akan tetapi dalam konteks yang positif.

“Apapun keluarga itu bakal menjadi hebat, bersama itu hebat. Tapi kalau saya sendiri mempunyai ciri khas. Benar-benar bisa ada, kalau sendiri,” jelas Atta.

Persaingan inilah yang dinilai Atta bisa melejitkan jumlah viewers dan dan subscribers keluarga Halilintar. Bukan dengan saling mempromosikan di saluran masing-masing.

YouTuber, Atta Halilintar. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)

“Kami bersaudara berlomba-lomba bikin karya yang terbaik di channel kami masing-masing. Kami juga tidak ada saling promo gitu,” ungkap Atta.

Secara angka, Atta Halilintar merajai jumlah subscribers di channel keluarganya. Ambisinya untuk menjadi saluran YouTube nomor satu di Indonesia menjadi pembakar semangat.

“Dari kecil saya ingin menjadi yang terbaik. Jadi, ketika melihat YouTube sebagai salah satu media masa depan dan media terbesar di dunia, jadi saya memutuskan paling enggak menguasai di Indonesia,” tegasnya.

Dia pun sudah membuktikan ucapannya dengan melejitkan akun Gen Halilintar menjadi gold button atau satu juta lebih subscribers. Dia juga meraih prestasi yang sama untuk channel pribadinya.

Hingga akhirnya, Atta mantap melangkah bersama AHHA Management. Targetnya, menjadi yang pertama di Asia Tenggara dalam meraih 10 juta subscribers.

“Saya merekrut banyak tim untuk membantu pekerjaan saya. Bisa sakit mungkin saya kalau upload setiap hari,” ucap Atta.

Meski sudah punya tim, Atta tetap mengurusi perkara-perkara detil dalam produksi konten. Seperti penjudulan dan panampilan dia ketika syuting.

“Otaknya masih di saya. Sampai pemilihan judul, thumbnail, isi konten, semuanya dari saya,” katanya.

Berbicara penghasilan, situs Social Blade memperkirakan, Atta meraup antara Rp 250 juta - 4,5 miliar per bulan. Namun, perkiraan itu dibantah Atta dan menyebut penghasilannya dari YouTube tidak sebesar itu.

“Sebenarnya kalau itu rahasia ya. Bisa jadi, tapi jangan anggap yang terbesar. Lebih dekat ke yang terkecil, Rp 250 juta. Amannya bisa ke atas bisa ke bawah,” jelas Atta.

“Kalau jarang upload di bawah Rp 200 juta, di bawah Rp 100 juta. Kalau banyak upload bisa di atas Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara untuk total penghasilan Gen Halilintar dan akun-akun adik-adiknya di keluarga Halilintar tidak diketahui Atta. Alasannya, menajemennya memang sudah terpisah.

Berbicara proses hingga menjadi YouTuber nomor satu di Indonesia, Atta menyebut, tidak didapat dengan cara instan. Bahkan, Atta ternyata memulainya dengan alat dan modal terbatas.

Seperti merekam pakai handphone atau kamera seharga Rp 900 ribuan.

Bahkan untuk alat edit gambar, awalnya Atta masih pinjam. Lalu beranjak ke laptop murah hingga kini menggunakan peralatan canggih.

“Awalnya 500 ribu subscribers saja dan penghasilannya Rp 1,5 juta, UMR aja enggak sampai,” ucap Atta.

Selengkapnya seputar cerita Atta Halilintar dan seluk beluk YouTubers Indonesia dapat disimak dalam topik Penguasa YouTube.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: