Bayar Tol Tidak Perlu Berhenti, Apa Keuntungannya?

Bank Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI sepakat memperluas kerja sama dalam meningkatkan elektronifikasi transaksi di jalan tol. Elektronifikasi jalan tol dinilai cukup penting untuk meningkatkan efisiensi perekonomian.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mengatakan sasaran akhir pengembangan jalan tol adalah penerapan Multi-Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol).
"Kemudian masuk ke tahap penerapan Multi Lane Free Flow untuk menjawab kebutuhan design dan teknologi yang diimplementasikan paling lambat akhir tahun 2018," kata Agus Martowardojo di Menara Sjafruddin Prawiranegara, Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, (31/5).
[Baca juga: Gubernur BI: Transaksi Non Tunai di Gerbang Tol Masih Rendah]
Menurut dia, sistem elektronifikasi jalan tol ini akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sebab, seluruh transaksi di jalan tol akan lebih efisien dengan pemanfaatan teknologi
"Akan memberi manfaat bagi pengguna dan operator. Pengguna akan diberikan rasa aman karena akurat sesuai tarif dan jauh lebih cepat karena tidak perlu ada uang kembalian, uang jatuh," kata Agus.
[Baca juga: Mulai Oktober 2017, Bayar Tol Bisa Pakai Uang Elektronik Semua Bank]
Efisiensi juga nantinya akan dirasakan oleh operator jalan tol. Dengan sistem pembayaran tol non tunai, kata Agus, akan mengurangi kerugian hingga hambatan yang dihadapi para operator.
"Untuk operator ini akan menurunkan paling tidak 4 risiko, yaitu fraud karena manusia, kesalahan penghitungan dan pengembalian, uang palsu, keamanan pengumpulan uang tunai, dan pengurangan uang tunai atau cash handling," tambahnya.
[Baca juga: Diskon Tarif Tol 20 Persen untuk Pengguna e-Money Selama Libur Lebaran]
Akan tetapi, tahapan menuju pengembangan MLFF tersebut harus didahului dengan terwujudnya perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran non tunai serta fasilitas lain yang menjadikan transaksi non tunai menjadi efektif.
"Antara lain dengan penggunaan kartu elektronik dan melalui sosialisasi bersama secara nasional. Selain itu, diperlukan infrastruktur pembayaran non tunai yang sudah terintegrasi antar ruas jalan tol," ujarnya.
