Gubernur BI: Transaksi Non Tunai di Gerbang Tol Masih Rendah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Basuki Hadimuljono dan Agus Martowardojo. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Basuki Hadimuljono dan Agus Martowardojo. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo terkait realisasi transaksi non tunai di seluruh gerbang tol di Indonesia yang akan diterapkan pada Oktober 2017.

Selain untuk meningkatkan budaya transaksi non tunai, penerapan pembayaran elektronik juga dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat antrean pembayaran di pintu gerbang tol.

Gubernur BI Agus Martowardojo berharap transaksi non tunai bisa terus ditingkatkan. Saat ini, kata dia, perkembangan pembayaran non tunai di gerbang tol di Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya mencapai 23 persen.

[Baca juga: Mulai Oktober 2017, Bayar Tol Bisa Pakai Uang Elektronik Semua Bank]

Menurut dia, sangat disayangkan jika masifnya pembangunan infrastruktur jalan tol tidak memberikan efisiensi kepada perekonomian karena kemacetan yang terjadi di gerbang tol.

"Kalau kita sudah punya jalan tol, efisiensi belum maksimal kalau bayarnya masih tunai. Karena semua terpaksa harus antre ketika masuk ke pintu tol. Jadi banyak sekali waktu yang terbuang juga," kata Agus di Menara Sjafruddin Prawiranegara, Kompleks Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, (31/5).

Ilustrasi Transaksi di Tol (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Transaksi di Tol (Foto: Thinkstock)

Baca juga: Isi Ulang Uang Elektronik di Tol akan Dipermudah]

Dengan meningkatkan penetrasi pembayaran non tunai, kata Agus, diharapkan perwujudan dari Gerakan non Tunai (GNTT) bisa segera direalisasikan dan perekonomian menjadi lebih efisien.

Sementara itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan kementeriannya berharap kerja sama tersebut bisa meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia. Dia berharap bank sentral bisa terus membantu untuk mensukseskan transaksi non tunai di gerbang tol.

[Baca juga: Transaksi Tol Pakai Non Tunai, Perusahaan Tidak Boleh PHK Karyawan]

"Kami berharap bisa diayomi oleh BI untuk melaksanakan dan bisa ikut berkontribusi dalam program GNNT di jalan tol," kata Basuki.