kumparan
21 Jan 2019 11:46 WIB

Djarot: Ahok Mau Jadi YouTuber

Basuki Tjahaja Purnama memberi isyarat kepada para pendukungnya saat kampanye sebelum pemilihan gubernur di Jakarta (11/2/2017). Foto: AFP/GOH CHAI HIN
Hubungan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat lebih dari sekadar mantan rekan kerja. Ahok dan Djarot adalah tandem Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang bersama sejak tahun 2014, lanjut berpasangan di helatan Pilkada DKI Jakarta 2017.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, perjalanan politik keduanya tak berlangsung indah. Ahok-Djarot kalah dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pertarungan dua putaran.
Menjelang akhir masa jabatan, Ahok terjerat kasus penodaan agama yang memicu demonstrasi massal “Aksi 212”, lalu berujung vonis pidana 2 tahun pada Mei 2017.
Cuap-cuap Ahok yang selama ini mewarnai politik mendadak hilang, pergi bersama sosoknya. Dalam hening penjara, Djarot menjadi orang yang cukup sering mengunjungi Ahok. “Saya sering ya kalau ada kesempatan begitu jenguk,” kata Djarot ketika ditemui kumparan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).
Djarot bisa dibilang cukup tahu seluk beluk kehidupan Ahok selama 21 bulan di penjara. Ketika Ahok diisukan menikah, Djarot kabarnya bakal menjadi saksi nikah.
ADVERTISEMENT
Pekan ini, Ahok akan segera keluar Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, usai menjalani masa tahanan 21 bulan. Bagaimana kabar terakhir Ahok? Apa yang akan dilakukan Ahok setelah bebas? Apa benar Ahok akan bergabung dengan Djarot di PDIP?
Berikut wawancara selengkapnya dengan Djarot.
Djarot Saiful Hidayat. Foto: Johanes Hutabarat/kumparan
Terakhir bertemu Ahok, bagaimana kondisinya di dalam penjara? Kalau fisik dia semakin sehat karena praktis di dalam aktivitasnya berolahraga, membaca, menulis, dan menerima tamu. Di sela-sela itu beliau juga latihan nyanyi, bikin band, dan saya kaget karena dia ternyata oke juga nyanyinya.
Terus terang saya tidak pernah masuk ruangannya. Tapi saya tahu ruangannya bersih. Karena biasanya kita diterima di ruang buat tamu ya, ada ruang khusus untuk menerima tamu.
ADVERTISEMENT
Sekarang dia telah memenuhi kewajiban dia, ditahan dua tahun, dijalani 21 bulan lebih. Ditahan dan tidak pernah berbuat neko-neko. Untung saja dia sangat kreatif. Membaca, menulis. Sehingga dia menghabiskan waktu hanya seperti itu. Dia banyak baca buku. Dia membaca banyak buku tentang Sukarno karena dia juga belajar dari Sukarno. Sukarno juga dipenjara di mana-mana, dia belajar, dia memahami. Dia paham tentang pemikiran-pemikiran Sukarno. Bahkan mungkin saja buku-buku Sukarno yang dia baca itu lebih banyak daripada yang saya baca.
Postingan Twitter Basuki Tjahaja Purnama terkait sukarelawan yang ingin menjemputnya di Mako Brimob. Foto: Screenshoot Twitter/@basuki_btp
Kehidupan Ahok diwarnai rentetan drama mulai dari dipenjara, dihujat, hingga bercerai. Apakah cerita itu membuat Ahok jatuh? Oh nggak. Justru itu semakin mendewasakan dia. Dia bukan tipe orang yang gampang patah semangat. Makanya dia selalu bersyukur. Justru itu semakin mendewasakan dia. Dia bukan tipe orang yang gampang patah semangat. Tidak.
ADVERTISEMENT
Dia semakin mencintai Indonesia ini, dia semakin mencintai keberagaman ini. Dan dia belajar banyak dari sisi nilai-nilai, yang dulunya itu mungkin dianggap kasar arogan dan sebagainya, dia sudah mulai belajar, dia akan menjadi orang yang lebih wise, lebih bijaklah.
Perubahan apa saja yang terjadi dalam diri Ahok? Jadi, orang banyak mengatakan cepat banget ya, kok nggak terasa ya. Dia lupa, bagi kita mungkin itu (masa tahanan) tidak terlampau lama. Tapi bagi yang bersangkutan, (21 bulan) itu lama banget loh. 21 bulan, hampir 2 tahun.
Bayangkan saja, seorang Ahok yang dulunya sangat aktif, kemudian dia dikurung, aktivitas dia dibatasi dalam jarak radius kira-kira 100 meter. Dan itu berhari-hari, berbulan-bulan. Lama banget.
Surat Basuki Tjahaja Purnama terkait sukarelawan yang ingin menjemputnya di Mako Brimob. Foto: Screenshoot Twitter/@basuki_btp
Dia kan kemarin mencurahkan apa yang ada dalam hatinya dalam sepucuk surat. Yang menyampaikan permohonan maaf kepada semuanya, termasuk kepada para pembencinya di minta maaf. Dan dia minta kalau bisa tidak lagi dipanggil Ahok. Jadi panggil saja BTP.
ADVERTISEMENT
Artinya dia sudah menjadi manusia yang baru, dan dia bersyukur di dalam penjara dia banyak belajar, banyak merenung, dan berlatih untuk bersabar. Jadi lebih sabar.
Mungkin sudah jalan dari Tuhan bahwa dia kalah di DKI, dia tidak bisa menguasai DKI. Tetapi secara filosofis dia mengatakan bahwa, “Saya beruntung dan saya bersyukur kepada Tuhan karena saya bisa menguasai diri saya sendiri.” Itu dikatakan kepada saya. Mungkinkah Ahok kembali terjun ke politik? Kalau untuk masalah politik, dia mengatakan kalau seumpama nanti diizinkan, diperbolehkan, dia pasti akan memasuki partai politik. Karena dia percaya betul bahwa perubahan di dalam kehidupan ketatanegaraan kita itu sebaiknya dilakukan melalui jalur partai politik.
ADVERTISEMENT
Dia mulai sadar jalan yang dia tempuh dulu di mana dia mengagungkan jalur independen itu nggak benar. Kalau ingin mengubah negara ini, ingin berbuat yang baik untuk negara ini, dan berkarier di tata pemerintahan, masuk lagi ke partai politik.
Basuki Tjahaja Purnama memberi isyarat kepada para pendukungnya saat kampanye sebelum pemilihan gubernur di Jakarta (11/2/2017). Foto: AFP/GOH CHAI HIN
Kabarnya partai politik pilihan Ahok kemungkinan besar PDIP. Benar seperti itu? Saya sampaikan pilihan dia, iya (PDIP). Dia mengatakan kalau seumpama diperbolehkan nanti saya akan masuk PDIP.
Dia sampaikan alasan bahwa PDIP dia lihat adalah partai yang betul-betul kekeh di dalam menjalankan ideologi Pancasila. Betul-betul taat peraturan konstitusi. Itu yang dia lihat.
Selama ini yang dialami, termasuk diskusi sama kita, dia sangat hormat kepada Ibu Megawati. Dia mengatakan bahwa Ibu Mega itu seperti mama saya sendiri, seperti ibu saya sendiri. Karena usia ibunya itu sama dengan usia Ibu Mega.
ADVERTISEMENT
Pak Ahok kenal dengan Ibu Mega jauh sebelumnya, sejak tahun 2004 melalui Pak Taufik Kiemas. Udah sangat dekat. Dan Lebih dekat lagi ketika Pilkada DKI. Ketika dia menjadi Wakil Gubernur mendampingi Pak Jokowi ya.
Ahok di Balik Bui Foto: Basith Subastian/kumparan
Siapa yang tertarik duluan, PDIP atau Ahok? Pak Ahok yang punya inisiatif. Karena beliau kan melihat bagaimana dinamika politik, bagaimana kondisi masing-masing partai politik. Partai mana yang betul-betul ideologis, partai mana yang agak pragmatis.
Saya tidak pernah menawarkan untuk menarik dia, enggak. Tapi kita berdiskusi gitu ya, dan menyampaikan bahwa salah satu partai yang ideologis adalah PDI.
Keluarnya Pak Ahok bertepatan dengan hiruk pikuk Pilpres 2019. Apakah mungkin Ahok akan menjadi jurkam Jokowi? Kita sampaikan nggak (jadi jurkam). Tetapi yang jelas dia menginginkan supaya para pendukung dia itu jangan golput, pertama.
ADVERTISEMENT
Yang kedua, tetap beliau menyampaikan titip pesan tolong tetap pilih Pak Jokowi karena Pak Jokowi orang baik dan bisa kerja. Dia tidak akan kampanye aktif, tidak.
Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo (ketiga dari kiri) bertemu Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (kedua dari kiri) di Jakarta (23/7/2014). Foto: AFP/BAY ISMOYO
Apakah ada kemungkinan Ahok menduduki jabatan strategis di pemerintahan? Nggak. Dia nggak punya keinginan macam-macam. Kalau isu jadi Menteri Dalam Negeri? Nggak. Dia tidak punya ambisi-ambisi ke sana. Bahkan kalaupun nanti diterima menjadi anggota PDIP misalnya, dia hanya menjadi anggota biasa. Dia tidak punya ambisi untuk jadi apapun juga. Dia ingin berkarier di bisnis.
Bisnis? Iyalah. Dan dia mau bantu orang banyak. Makanya dia akan bikin sebetulnya seperti nantinya bikin acara talkshow di televisi, Ahok Show. Nanti.
ADVERTISEMENT
Mungkin dia nanti jadi Youtuber. Macem-macem. Dia jadi pembicara di banyak tempat. Itu aja sebetulnya.
Bikin perusahaan? Dia akan bekerja di salah satu perusahaan
Bidang apa? Ah saya tidak perlu sampaikan. Tapi dia akan bekerja di dalam satu perusahaan yang sesuai dengan keahliannya.
Perusahaannya siapa? Nggak. Saya tidak mau sampaikan itu. Tapi yang jelas, dia sementara jadi jernih, sambil dia membangun rumah lagi. Tapi yang jelas bukan di Jakarta pusat.
Ilustrasi Lipsus "Ahok's Next Move". Foto: Herun Ricky/kumparan
Soal isu pernikahan, apa betul akan dilaksanakan 15 februari dan Anda diminta menjadi saksi? Jadi begini, sekali lagi bahwa pak ahok mempunyai hak, hak pribadi sama seperti kita semua, kalau dia mau menikah ya silakan.
ADVERTISEMENT
Tapi saya pastikan bahwa apa yang disampaikan Pak Pras (Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi) itu nggak benar. Kalau mau menikah iya, tapi kalau tanggal 15 Feb, itu nggak.
Kemarin Pras bilang saya mau dijadikan saksi. Kalau dia minta pada saya, pada Djarot, 'tolong dong jadi saksi'. Masa saya nggak mau. Tapi dia belum (bilang). Belum minta untuk jadi saksi dan sebagainya. Tapi kalau seumpama beliau minta, ya masa aku gak mau. Makanya aku bilang, gampanglah itu urusan itu.

Berikan kebebasan kepada Pak BTP untuk bisa menikmati hidup, menata hidup, menjadi warga negara yang sama hak-haknya seperti kita semua.

- Djarot S. Hidayat

Apakah Ahok menceritakan rencana ke depan setelah keluar dari penjara? Dia mau jalan-jalan. Dia diundang di beberapa tempat untuk berbicara. Macam-macam. Ada tentang kepemimpinan, tentang pengalaman dia menata Jakarta, tentang pengalaman membangun sistem di Jakarta Smart City, sistem elektronik e-budgeting dan e-governance. Sekitar itu.
Ahok dari Surat ke Surat Foto: Basith Subastian/kumparan
Bahkan begini, ngomong-ngomong lho ya, dia belum bisa membayangkan bagaimana sih situasi di luar, keramaian seperti ini. Sampai terlontar, "Bahkan saya ini belum pernah menginjak aspal." Menginjak aspal, itu lho coba bayangkan.
ADVERTISEMENT
Inilah yang saya mintalah sama teman-teman semua, siapapun juga tolong hargai privasi Pak BTP. Termasuk dia (Ahok) tidak mau dijemput toh. Nggak mau dijemput supaya nggak nyusahin orang banyak. Sudah, doain aja yang terbaik.
Berikan kebebasan kepada Pak BTP untuk bisa menikmati hidup, menata hidup, menjadi warga negara yang sama hak-haknya seperti kita semua. Itu saja harapan saya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan