Pencarian populer

Hasto Kristiyanto: Kampanye Akbar Ajang Penguatan Basis Pemilih

Liputan Khusus: Kampanye Akbar. Foto: Herun Ricky/kumparan

Laga dua kandidat calon presiden dan calon wakil presiden kini memasuki babak akhir periode kampanye Pemilihan Presiden 2019. Kampanye terbuka, yang dimulai sejak 24 Maret lalu hingga 13 April mendatang, akan menjadi rangkaian tahapan pamungkas sebelum pencoblosan.

Kedua kubu mengerahkan segala sumber daya untuk merebut hati pemilih. Beragam cara diupayakan, dari menggandeng tokoh parpol, kepala daerah, hingga menerjunkan menteri. Masing-masing juga punya deretan pesohor dari kalangan artis untuk memeriahkan kampanye akbar.

Lalu seberapa signifikan kampanye terbuka untuk mendongkrak suara pasangan capres-cawapres? Bagaimana strategi masing-masing kubu?

Berikut wawancara Kumparan dengan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani soal strategi pamungkas di tahapan kampanye terakhir.

Sekjen PDIP/Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat hadir di kampanye Akbar PDIP di Alun-Alun Tanggerang. Foto: Dok. Tim media PDIP

Seberapa signifikan kampanye terbuka bagi TKN Jokowi-Ma’ruf?

Kampanye terbuka itu lebih ke pemantapan basis dukungan. Kalau pemilih baru pun, itu adalah undecided voters. Menurut saya kampanye terbuka itu kenaikan suaranya sekitar 3-4 persen, dari pengalaman kami.

Kampanye terbuka atau kampanye akbar ini kan puncak dari kerja seluruh partai selama ini. Dan ini juga puncak bagi kami untuk bergerak di sisa masa kampanye yang tersisa. Oleh karena itu, jangkauan koalisi untuk meraih wilayah-wilayah ini sangat penting. Kami menilai Koalisi Indonesia Kerja yang mendukung Jokowi-Ma’ruf punya daya gerak teritorial yang lebih besar.

Di Pilpres 2014, kampanye akbar Jokowi-JK saat itu konser 2 Jari berhasil menaikkan suara di pekan-pekan terakhir?

Ya benar, saat itu, undecided voters-nya banyak yang bergeser ke Pak Jokowi.

Apakah akan terjadi juga di 2019?

Menurut saya dampak elektoral saat ini akan lebih ditentukan oleh kesatupaduan kerja parpol, lewat kerja di lapangan. Karena, tanpa kerja teritorial, kampanye terbuka tidak akan memberikan dampak elektoral yang kuat. Jadi kampanye terbuka atau kampanye akbar ini adalah sebuah momentum, sebuah resultante dari kerja teritorial yang sudah dilakukan selama ini.

Pembagian tugas antara Jokowi dan Ma’ruf Amin di kampanye terbuka seperti apa?

Dimulai bersama dan diakhiri bersama. Dimulai kan di Banten, lalu diakhiri nanti bersama di Jakarta.

Tentunya selama kampanye terbuka Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf akan dibagi. Karena kita kan harus hadir di seluruh provinsi, seluruh desain kampanye kita hadirkan di seluruh provinsi.

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo bersalaman dengan pendukungnya saat melakukan kampanye terbuka di Pontianak, Kalimantan Barat. Foto: Dok. TKN Jokowi-Ma'ruf

Apakah ada wilayah-wilayah yang menjadi prioritas?

Ada beda-beda. Misalnya Sumatera Utara daerah yang sudah kuat, kami enggak datangi dulu. Kami datangi yang masih abu-abu, misalnya Labuhan Batu lalu Deli Serdang. Bukan malah di Samosir.

Lalu Banten, Jabar, Riau, DKI Jakarta. Ini kan daerah abu-abu. Misalnya kalau di Banten, yang memberikan manfaat elektoral itu Tangerang, berarti di situ.

Apakah TKN akan fokus di pemilih milenial matang?

Tidak juga, kampanye terbuka itu kan penguatan basis suara. Basis Pak Jokowi kan perempuan dan anak muda. Tapi, milenial matang kan dalam survei terakhir terjadi pergeseran, nah ini kita mantapkan kembali. Kemudian pemilih di atas 50 tahun, ini kita mantapkan kembali. Pemilih Sunda kita mantapkan kembali.

Survei terakhir Kompas, Jokowi-Ma’ruf tertinggal di DKI. Apakah DKI akan mendapat perhatian khusus?

Nah tentu saja kita melihat bukan persoalan kalah atau pun menang. Ini daerah padat penduduk. Tugas melakukan ekspansi dukungan sudah dilakukan sebelumnya. Sekarang memantapkan basis elektoral. Katakanlah DKI, kita bisa atasi kalau Jawa Tengah meningkat, Jawa Timur meningkat.

DKI akan kita keroyok. Seluruh partai koalisi Indonesia Kerja akan datang ke DKI.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) di Stadion Maulaya Yusuf saat menghadiri Kampanye Terbuka di Ciceri, Serang, Banten, Minggu (24/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Seberapa besar dampak dukungan artis di kampanye akbar?

Jadi kampanye akbar lebih pada self of confidence. Ada sesuatu yang juga menciptakan momentum. Kampanye akbar itu satu dari syarat-syarat untuk menciptakan momentum kemenangan.

Gongnya banyak sekali. Ada partai, ada kepala daerah, ada artis, semua yang bekerja itu akhirnya akan terjadi resultante. Ketika resultante menjadi hal positif, itu menciptakan momentum menang. Dan untuk meraih itu harus ada sebuah kombinasi dari berbagai elemen yang bekerja. Termasuk faktor X, baik dari kesalahan pihak lawan dan kesalahan kami. Kan kami bisa salah, makanya kami jaga sebaik-baiknya.

Apakah artis-artis ini akan memberi dampak elektoral ke partai juga karena saat kampanye terbuka mereka dilibatkan?

Ke partai iya, tapi dampak elektoralnya berdampak ke Pak Jokowi. Jadi multistage effect. Karena banyak analisis yang menurut saya salah karena tidak memperhitungkan mesin partai. Katakanlah Golkar meskipun survei masih seperti itu, tapi dengan faktor X, Partai Berkarya enggak akan naik. Itu akan terjadi migrasi dukungan ke Golkar.

Liputan Khusus: Artis/Musisi Pendukung Paslon. Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan

Sekjen Gerindra/Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, Ahmad Muzani

Politisi Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Di mana fokus kampanye terbuka Prabowo-Sandi?

Sepanjang 23 hari kampanye terbuka, Pak Prabowo akan fokus di Pulau Jawa. Pulau Jawa itu kan sekitar 60 persen dari total pemilih nasional di dalam pilpres, artinya beliau akan sampai di tingkat kabupaten-kabupaten di sana.

Kalau pun kemudian beliau (Prabowo) di provinsi luar Jawa, ya provinsi-provinsi yang secara signifikan cukup banyak penduduknya.

Narasi dan hal baru apa yang akan disampaikan dalam kampanye terbuka?

Ya seperti biasanya saja, beliau tetap akan memiliki konsep besar, bicara tentang bagaimana perbaikan bangsa ke depan. Tapi sekarang yang menarik, yang saya lihat, Pak Prabowo itu lebih lucu. Kayak nari-nari di atas panggung, guyon-guyon bercanda sama Sandi di atas panggung. Ya lebih menariklah saya lihat.

Bagaimana dengan konsep kampanye terbuka Sandiaga Uno?

Sandi juga sama, cuma Sandi mungkin nanti pada titik di tingkat kabupatenlah. Jadi provinsi atau kota yang tidak dikunjungi Pak Prabowo nanti Sandi di situ. Tapi catatannya tentu dengan gaya khas dia berkampanye sekarang, dialogis, mendengarkan, menyerap aspirasi dan masukan warga.

Cara-cara kampanye Sandi ini kan beda dengan Pak Prabowo. Tapi penampilan Sandi ini mencerminkan jiwa milenial yang sangat kuat, dia kampanye sambil lari, main basket, berenang, segmennya lebih milenial.

BPN Prabowo-Sandi melibatkan ulama sebagai jurkam di kampanye terbuka, mereka akan ditempatkan di mana?

Kalau di gambaran sementara, petanya itu mereka di Jabar, Jatim, dan mungkin sebagian di Jateng. Tapi kan ulama yang akan kita turunkan secara efektivitas sebenarnya lebih banyak ulama lokal yang lebih banyak diterima masyarakat setempat. Tapi tentu terus berkoordinasi dengan pusat.

Jadi kami Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi menyaring atau menyeleksi ulama-ulama yang secara komunikatif lebih diterima di masyarakat. Tapi ada ulama tingkat nasional yang nanti akan banyak membantu kampanye kita, tokoh-tokoh agamalah ya. Tapi kalau permintaan itu begitu besar, kan waktunya terbatas, karena itu kita harus juga membagi message dari pada ulama itu kepada ulama-ulama lokal.

Gambar udara saat Capres 02 Prabowo Subianto melakukan kampanye akbar di Merauke, Papua. Foto: Dok. Tim Media Prabowo

Ulama nasional yang dilibatkan siapa saja?

Ada beberapa nama, misalnya KH Abdullah Rosyid, Haikal Hasan, Slamet Maarif. Itu orang-orang yang tingkat permintaannya sangat tinggi untuk datang ke daerah-daerah. Umumnya ulama-ulama yang populis.

Ada juga beberapa artis menjadi jurkamnas, menurut Anda signifikan untuk menggaet suara?

Kalau artis mungkin sifatnya lebih menghibur, menarik pemilih untuk datang ke kampanye kita. Tapi artis yang levelnya seperti Bang Haji Rhoma Irama tentu punya efek elektoral yang cukup signifikan. Misalnya, di Pulau Jawa, berapa besar rakyat Jawa yang suka mendengar lagu dangdut. Apalagi kalau fansnya Bang Haji Rhoma.

Apakah nanti Prabowo akan berkolaborasi dengan para artis tersebut sehingga menimbulkan suasana yang lebih cair?

Saya kira yang sudah kita lihat gaya Pak Prabowo di podium sekarang itu muncul lebih komunikatif bila dibandingkan dengan dulu. Jauh lebih santai sekarang ini dan sudah bisa menyampaikan pesan-pesan dengan cara yang lebih jenaka, dengan cara-cara yang lebih guyon, menjadi guyonan yang menurut saya itu kematangan yang jauh lebih baik dibanding dengan sekian tahun yang lalu.

Dan sebenarnya itu jadi daya tarik sendiri. Kalau nantinya dengan artis menjadi magnet, ya magnetnya tetap Prabowo itu, jauh dari segala-segalanya. Artinya, peran Prabowo itu lebih jadi tolok ukur pemilih untuk datang ke lokasi kampanye akbar, bukan artisnya.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menyapa pendukungnya saat melaksanakan kampanye terbuka di Merauke, Papua, Senin (25/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

Kampanye terbuka ini menyasar karakteristik pemilih seperti apa?

Dari pengalaman dari pemilu ke pemilu, kampanye terbuka ini upaya yang pertama untuk meyakinkan orang yang selama ini sudah memilih, makin yakin terhadap pilihannya. Karena itu kampanye terbuka harus menarik perhatian, kampanye itu harus ramai, meriah. Sehingga orang yang memilih kita itu makin yakin. Ada kepercayaan diri, ada optimisme terhadap kemenangan.

Yang kedua, kemeriahan dalam kampanye terbuka ini akan mendorong undecided voters, menarik mereka untuk datang dan kemudian mengambil sikap. Kira-kira seperti itu. Itu sebabnya, kampanye terbuka menjadi penting. Dan itu sebabnya kampanye terbuka juga jangan terlalu banyak diisi acara-acara yang memberi pesan perjuangan, pesan politik.

Karena orasi politik yang melebihi seperempat jam itu enggak akan diterima sebagai sebuah message politik. Karena di lapangan itu kan panas, capek. Sehingga kita harus menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, mudah dicerna.

Akan ada satu titik seluruh paslon, ketum parpol dan jurkamnas berkumpul?

Akan ada satu event atau beberapa event nanti semua elite pimpinan parpol tampil di satu panggung. Yang pasti di GBK itu harus hadir tanggal 7 April dan mungkin kampanye terakhir itu tanggal 13 April di Jabar.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Sabtu,25/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23