Sofjan Wanandi: JK Bersedia Dampingi Jokowi di 2019 demi Bangsa

Teka-teki siapa nama cawapres yang akan mendampingi petahana Presiden Jokowi masih belum terungkap. Jokowi mengaku masih menggodok 5 kandidat pendampingnya di Pilpres 2019.
Di tengah belum pastinya siapa cawapres pendamping Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku bersedia untuk maju kembali maju bersama Jokowi. Kesediaan JK itu diungkapkan Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi. Sofjan menyebut, JK bersedia mendampingi Jokowi demi kepentingan bangsa dan negara.
"Pak JK itu sebenarnya bersedia saja (maju sebagai cawapres Jokowi) untuk kepentingan bangsa dan negara, itu nomor satu," kata Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (17/7).
Namun, Sofjan menyebut semua keputusan terkait siapa yang dipilih sebagai cawapres berada di tangan Jokowi. Meskipun partai koalisi pemeritahan sejatinya menginginkan JK kembali mendampingi Jokowi
"Dan itu tergantung dari Pak Jokowi sendiri," kata Sofjan menambahkan.

Terlebih, lanjut Sofjan, JK terhalang aturan yang melarang capres dan cawapres menjabat dua kali dalam jabatan yang sama. Aturan itu terdapat pada Pasal 169 huruf (n) UU Pemilu
Untuk itu, Sofjan meminta publik menunggu putusan Mahkamah Konstitusi yang kini tengah memproses gugatan terhadap aturan tersebut.
"Kita tunggu sajalah apa yang terjadi di MK, besok kan mulai sidang (gugatan) itu," ucap Sofjan.
Sebelumnya pada Selasa (10/7) Partai Perindo telah mengajukan uji materi ke MK. Perindo menggugat Pasal 169 huruf (n) UU Pemilu. Upaya itu dilakukan agar JK bisa maju kembali menjadi cawapres. Gugatan itu tetap dilakukan meskipun gugatan serupa oleh Perkumpulan Rakyat Proletar untuk Konstitusi (Perak) dan Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) telah ditolak MK.
“Dalam konteks ini secara UUD 1945 seharusnya masih mempunyai kesempatan untuk maju kembali untuk berpasangan dengan siapa saja. Termasuk dengan Pak Jokowi,” kata Rofiq kepada kumparan, Kamis (12/7).
