kumparan
5 Mar 2019 8:32 WIB

Ini yang Terjadi Bila Telat Ganti Oli Sepeda Motor

Ilustrasi ganti oli motor. Foto: Shutterstock
Pemilik motor wajib melakukan perawatan rutin biar tunggangannya selalu dalam kondisi prima. Apabila diabaikan, bukan tidak mungkin kalau sewaktu-waktu motor mogok atau sulit dihidupkan.
ADVERTISEMENT
Nah, salah satu perawatan yang paling ringan dan wajib dilaksanakan adalah ganti oli mesin.
Juki, penggawa bengkel spesialis motor matik R59 Matic Shop menuturkan, banyak efek negatif yang bisa timbul kalau pemilik lalai atau tidak rutin ganti oli mesin motornya.
Ganti oli di bengkel non resmi Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
"Banyak lah, pertama cepet overheat, setang seher macet, laher (bearing crankshaft rusak, sama komponen mesin lainnya ikutan aus nanti," buka Juki saat berbincang dengan kumparan di bengkelnya di Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (4/3).
Sadar atau tidak, ganti oli juga ternyata menambah volume pelumas mesin sesuai kapasitasnya. Sebab, oli bisa menguap akibat panas mesin, dan membuat volumenya di blok mesin berkurang.
Akibat dari berkurangnya volume oli, membuat suhu mesin lebih cepat panas. Hal ini tidak terlepas dari fungsi oli itu sendiri selain melumasi suku komponen mesin, juga mendinginkan suhu akibat gesekan yang terjadi.
Ilustrasi servis motor. Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo
"Setiap harinya mah ada aja orang yang begitu (jarang ganti oli) servis kesini minta ganti oli, pas dibuka paling oli cuma netes-netes doang," timpalnya lagi mencontohkan pelanggannya yang datang.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, selain mesin cepat panas, Juki menambahkan kalau mesin bisa menimbulkan bunyi yang kasar.
"Berisik pasti, kan olinya udah sedikit, jadinya gesekan antar komponen makin keras sama kasar dong, enggak lama bisa turun mesin itu," tambah Juki.
Ilustrasi ganti oli motor. Foto: Shutterstock
Umumnya jarang ganti oli ini karena pemiliknya lupa interval ganti oli. Ada yang berdasarkan waktu ataupun jarak tempuh. Kalau mengikuti anjuran pabrikan, ganti oli dilakukan setiap kelipatan 3.000 km atau 4.000 km.
"Kalau di sini anjurannya ya sebulan sekali sih, kan motor buat rutinitas, sama yang penting itu benar cara ngerawatnya, enggak ada salahnya rugi Rp 40 ribuan dibanding Rp 1,5 juta karena turun mesin," tutup pria yang juga turun di tim Honda Rekor Ohlins IRC OEI ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·