Pencarian populer

Salah Kaprah Soal Fitur Rem ABS Mobil

Pedal rem Foto: Gesit Prayogi/kumparanOTO

Rem Anti-lock Braking System (ABS) sudah menjadi fitur keselamatan yang sudah jamak ditemukan pada mobil-mobil keluaran terbaru.

Rem ABS memanfaatkan electronic control unit (ECU) yang terhubung dengan sensor kecepatan, yang disematkan pada sistem pengereman setiap roda. Ketika sensor mendeteksi salah satu roda berputar lebih lambat dari yang lain dan berpotensi selip, sistem ABS pada hydraulic control unit (HCU) akan melakukan intervensi.

Lantas secara sistematis, akan menambah atau mengurangi tekanan pengereman sesuai porsi masing-masing ban. Selebihnya katup akan berperan mengatur tekanan udara ke sistem pengereman.

Indikator ABS yang menyala pada panel instrumen Foto: dok. Your Mechanic

Namun, walaupun penyebutan ‘ABS’ sudah cukup populer dan familiar, masih ada saja yang masih salah kaprah soal sistem pengereman ini.

ABS bikin rem lebih pakem

Masih banyak yang menganggap, kalau ABS itu untuk membuat rem menjadi lebih pakem alias kuat mencengkeram roda, ketika dibutuhkan saat kondisi darurat. Padahal nyatanya tidak seperti itu.

“ABS bukan menghentikan seketika sebuah kendaraan saat pedal rem diinjak. Tetapi mencegah roda-roda terkunci selama melakukan pengereman, sehingga memperpendek jarak berhenti saat di jalan licin dibanding tanpa ABS, sehingga kemudi tetap bisa diandalkan. Jadi tetap jaga jarak berkendara,” ucap Instructure Technical Training Center PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Ichsan Ady Permana kepada kumparan.

Pedal bergetar

Selain itu, anggapan salah juga terjadi ketika pedal rem bergetar ketika diinjak secara mendadak. Banyak yang berpikir kalau kondisi itu tidak normal, dan ada kerusakan pada mobil, padahal itu normal.

“Bila mobil dilengkapi dengan ABS, kondisi tersebut adalah normal karena sistem pengereman tersebut sedang bekerja. Terutama ketika pengemudi melakukan rem secara mendadak,” ucapnya.

ABS tak berdiri sendiri

Ichsan menambahkan, kalau ABS adalah hanya sistem bantu pengereman saja. Teknologi ini tak bisa bekerja maksimal, tanpa batuan dari beberapa komponen lainnya.

“ABS tidak bisa bekerja dengan efektif tanpa ban yang sesuai atau memiliki tapak yang baik, juga bukan berarti kita selalu bebas berkendara di jalan yang licin,” tuturnya.

Jangan hanya mengandalkan ABS, dan tetap juga hati-hati dalam berkendara supaya terhindar dari kecelakaan fatal.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60