Pencarian populer

Uji Irit dan Fungsionalitas Yamaha Lexi

Yamaha Lexi (Foto: dok. PT YIMM)

Yamaha Lexi hadir guna menjangkau konsumennya yang merasa harga NMAX terlalu tinggi. Lewat dua variannya; standard dan S yang masing-masing diniagakan seharga Rp 20 juta dan Rp 23 jutaan, Yamaha Lexi diharapkan bisa menjadi alternatif sebelum memboyong NMAX ataupun Aerox.

Tapi senyaman apa Yamaha Lexi dipakai buat sehari-hari? Berikut ulasan test ride-nya.

Posisi berkendara

Jok Yamaha Lexi terbilang panjang dan lebar, sementara soal keempukannya bisa dibilang tidak terlalu empuk tapi masuk kategori nyaman. Hanya saja dari bentuk joknya yang lebar, membuat posisi kaki membuka, sehingga dengan orang dengan postur tinggi 170 cm dan berat 70 kg, kedua kakinya tidak dapat menapak sempurna.

Posisi berdiri di Yamaha Lexi, dengan postur tinggi 171 cm kedua kaki tidak dapat menapak sempurna (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)

Memang kalau dibandingkan secara data, jok Yamaha Lexi memang lebih tinggi 20 mm ketimbang NMAX. Yamaha Lexi punya tinggi jok 785 mm sedangkan NMax 765 mm.

Selain itu, karena Lexi masuk kategori Maxi Yamaha yang menawarkan posisi berkendara ala skutik bongsor, ada dua macam posisi kaki ketika berpijak di deknya, bisa menekuk seperti biasa atau sedikit selonjoran tapi posisi ujung kaki keluar dek.

Test Ride Yamaha Lexi 125 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)

Sayangnya untuk posisi kaki yang terakhir ini kurang begitu direkomendasikan karena berpotensi membentur trotoar atau kendaraan lain di samping depan.

Lanjut ke posisi tangan, setangnya yang lebar membuat pengendaraan lebih rileks. Posisi setang yang juga tinggi pun menambah kenyamanan berkendara dibanding motor matik lain.

Performa mesin

Kalau kamu sering menggunakan motor matik 125 cc, saat mencoba Lexi pertama kali pastinya akan merasakan performa tenaga yang berbeda. Ini karena Lexi didukung mesin berteknologi VVA yang membuat tenaganya merata pada seluruh putaran mesin.

Test Ride Yamaha Lexi 125 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)

Jadi dari bawah, menengah, sampai tinggi tenaganya terus berasa, apalagi saat melewati putaran mesin 6.000 rpm, teknologi VVA-nya mulai bekerja mengisi tenaga sampai putaran mesin tinggi.

Berdasarkan data spesifikasi, Yamaha Lexi mengusung mesin 125 cc berpendingin cairan SOHC yang bertenaga 11,7 dk pada 8.000 rpm dan torsi 11,3 Nm pada 7.000 rpm.

Handling dan stabilitas

Bentuknya yang tidak bongsor-bongsor amat membuat Yamaha Lexi mudah untuk dikendarai. Apalagi saat membawanya meliuk-liuk membelah kemacetan ibukota, rasanya cukup percaya diri.

Uji suspensi Yamaha Lexi 125 (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)

Sementara bicara suspensi, bisa dikatakan Yamaha Lexi ini cukup memberikan peredaman yang baik meski tidak terbilang empuk, ya cukup lah untuk dipakai dalam kota dan permukaan jalan yang berjerawat.

Yamaha Lexi ternyata juga asyik dibawa nikung, walaupun tidak senurut NMAX, handling-nya cukup mumpuni untuk dibawa menikung dalam kecepatan menengah.

Akomodasi

Sayangnya, kehebatan mesin dan handling-nya tidak disertai dengan akomodasinya. Di bawah joknya ada bagasi bervolume 12,8 liter yang tidak bisa menyimpan helm full face. Tapi untuk menyimpan barang selain helm, seperti jas hujan, jaket, botol air mineral, maupun sarung tangan bisa-bisa saja.

Tapi menariknya, Yamaha mengklaim kalau bagasinya bisa menampung helm open face bawaan Yamaha, hanya saja dalam pengetesan kali ini kami tidak memiliki helm tersebut.

Video

Selain di bawah bagasi, ada slot penyimpanan lain pada bagian dek kirinya. Ruangnya cukup untuk menaruh botol air mineral 600 ml maupun smartphone karena tersematkan pula power outlet 12 volt guna mengisi daya ulang gadget.

Konsumsi bahan bakar

Pada pengetesan kali ini, kami juga menjajal seberapa hebat konsumsi bahan bakar dari Yamaha Lexi saat dibawa berkendara sehari-hari. Layar panel instrumen digitalnya menampilkan konsumsi BBM 44,6 km per liter baik untuk bahan bakar RON 90, 92, maupun 95.

Konsumsi bahan bakar Yamaha Lexi (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)

Saat pengetesan, berbagai macam gaya pengendaraan kami lakukan, mulai dari gaya eco riding, berboncengan, sampai gaya agresif untuk merasakan tenaganya.

Sayangnya lagi volume tangki yang hanya 4,2 liter kami rasakan terlalu kecil, jadinya dalam hitungan waktu 3 hari sekali Yamaha Lexi harus mengunjungi SPBU untuk isi bensin.

Nilai plus (+)

- Panel instrumen digital seperti Aerox - Lampu LED mampu memberikan penyinaran yang baik ketimbang matik lain yang sudah LED - Fitur Stop Start System (SSS) yang bisa langsung mematikan mesin - Mesin yang bertenaga berkat VVA - Posisi duduk yang nyaman dan dek yang lega

Ilustrasi posisi kaki saat selonjoran di Yamaha Lexi (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)

Nilai minus (-)

- Kapasitas tangki bahan bakar kecil - Posisi foot rest pembonceng yang berdekatan dengan area pijak kaki pengendara - Semua lampu belum LED - Joknya terlalu tinggi - Kapasitas bagasi yang tidak besar

Nilai minus Yamaha Lexi foot rest pembonceng yang terlalu dekat dengan area pijak kaki si pengendara (Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO)
Infografik: plus minus Yamaha Lexi (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60