Pencarian populer

New York Bikin Hukum yang Larang Pencabutan Kuku Kucing

Ilustrasi Kucing Foto: Pexels

Salah satu negara bagian Amerika Serikat, New York, punya hukum baru. Hukum itu melarang prosedur pencabutan kuku pada kucing. Jika melanggar, dokter hewan yang melakukannya akan mendapatkan denda sebesar 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 14 juta.

Pencabutan kuku atau onychectomy merupakan operasi untuk menghilangkan cakar pada hewan. Prosedur ini biasa dilakukan pada kucing untuk mencegahnya mencakar atau membunuh burung.

Di beberapa daerah di Eropa dan Kanada, prosedur ini sudah dilarang. Sebenarnya, beberapa kota di AS, seperti Los Angeles dan San Francisco, juga telah melarang praktik ini. Tapi belum ada negara bagian AS yang benar-benar melarangnya.

Ada sejumlah organisasi yang menentang praktik pencabutan kuku kucing ini. Salah satunya adalah Humane Society of the US yang mengatakan bahwa pencabutan kuku kucing punya efek negatif.

Ilustrasi cakar kucing, Foto: Rihaij via Pixabay

Menurut organisasi itu, pencabutan kuku membuat kucing jadi tidak menggunakan Litter Box (tempat buang air) dan menyebabkan masalah kesehatan akut.

"Pencabutan kuku kucing berbeda dengan mani atau pedi. Itu adalah prosedur operasi brutal yang menghilangkan tulang dari jempol kucing dan sebagian tendon serta otot," ujar Linda Rosenthal, pendukung utama hukum terbaru ini."Sekarang New York telah siap menjadi negara bagian pertama di AS yang melarang pencabutan kuku kucing," lanjutnya, seperti dikutip IFL Science.

Tentangan

Aturan ini tidak serta-merta mulus, tapi juga mendapat tentangan dari New York State Veterinary Medical Society (NYSVMS). Mereka berpendapat bahwa pencabutan kuku tidak perlu dilarang dan opsi untuk melakukannya harus dibiarkan terbuka.

Menurut NYSVMS, terkadang pemilik akan memilih membuang kucing peliharaannya atau malah menyuntik mati kucingnya jika opsi mencabut kuku tidak tersedia. Mereka menambahkan bahwa dokter hewan juga terkadang harus mencabut kuku kucing jika pemiliknya memiliki suatu kondisi medis khusus.

"Para pemilik kucing ini tidak perlu melepaskan atau menyuntik mati kucingnya karena opsi pencabutan kuku tidak tersedia," jelas Tim Atkinson dari NYSVMS.

Ilustrasi kucing liar. Foto: Pixabay

Atkinson menambahkan bahwa dokter hewan terlatih bisa menilai perilaku mencakar yang normal pada kucing dan memberi alternatif dari prosedur cabut kuku.

Sementara itu, American Veterinary Medical Association mengatakan bahwa kebanyakan kasus pencabutan kuku kucing dilakukan bukan karena alasan medis. Mereka menambahkan bahwa pemilik kucing seharusnya menyediakan mainan yang membuat kucing bisa menunjukkan perilaku mencakar yang normal dan merawat kukunya

IFL Science melaporkan bahwa tidak ada data yang mengindikasikan pencabutan kuku menyebabkan perilaku abnormal pada kucing. Tapi, memang ada data yang menunjukkan bahwa kucing dengan perilaku mencakar yang merusak punya kemungkinan lebih besar untuk disuntik mati, dibuang, atau dilepas oleh pemiliknya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61