Pencarian populer
Tekno & Sains

Perusahaan di Inggris Uji Coba Kebijakan 3 Hari Libur dalam Seminggu

Ilustrasi rekan kerja yang menyenangkan (Foto: Thinkstock)

Perusahaan riset Inggris, Wellcome Trust, terinspirasi dari Perpetual Guardian dari Selandia Baru, yang secara permanen menerapkan sistem 4 hari kerja.

Ada kabar baik bagi karyawan dari perusahaan riset asal Inggris, Wellcome Trust. Perusahaan itu akan menerapkan program empat hari kerja dan tiga hari libur dalam seminggu bagi 800 karyawannya.

Rencananya, Wellcome Trust akan memulai program kerja ini pada bulan Maret 2019. Para staf akan diberikan hari libur tambahan pada Jumat tanpa ada potongan gaji.

Perusahaan menargetkan jumlah libur yang lebih banyak bisa meningkatkan produktivitas serta membantu mereka memiliki keseimbangan antara kehidupan personal dan dunia kerja mereka.

"Tampaknya dengan membuat hari kerja dalam seminggu hanya empat hari dibanding lima hari, bisa meningkatkan produktivitas dan bermanfaat bagi kesejahteraan pekerja," ujar Ed Whiting, direktur kebijakan Wellcome Trust, kepada The Guardian.

"Dengan ini kita bisa memiliki sumber daya manusia yang lebih sehat, penurunan pada absen sakit, serta peningkatan pada perasaan seimbang antara pekerjaan dan kehidupan," tambah Whiting.

Program kerja empat hari seminggu Wellcome Trust ini terinspirasi oleh perusahaan asal Selandia Baru bernama Perpetual Guardian yang telah menjalankan uji coba program itu, lalu menetapkannya secara permanen.

Whiting mengatakan hasil analisis terhadap Perpetual Guardian menunjukkan adanya peningkatan kecil pada total produktivitas, meski jam kerjanya yang lebih sedikit.

Ilustrasi eksekutif muda liburan. (Foto: Shutter stock)

Apa yang dilakukan oleh Perpetual Guardian telah dipelajari secara mendalam oleh para peneliti dari University of Auckland. Dari situ ditemukan bahwa kerja empat hari seminggu bisa memberikan manfaat positif bagi karyawan.

"Secara keseluruhan, saya akan bilang bahwa hasil percobaan ini sangat positif," ujar Helen Delaney, lektor senior University of Auckland Business School yang juga anggota tim peneliti dalam studi.

"Hasil studi ini benar-benar bermanfaat. Pertama, para staf merasa ini benar-benar meningkatkan kualitas kerja mereka, kedua ini juga meningkatkan kualitas kehidupan mereka," tambahnya seperti dikutip dari NZ Herald.

Sekitar 78 persen dari para karyawan merasa lebih baik karena berhasil mengatur keseimbangan antara dunia kerja dan dengan kehidupan personal mereka. Angka itu menunjukkan peningkatan 24 persen dibanding karyawan yang bekerja lima hari dalam seminggu.

Selain itu, ditemukan bahwa tingkat stres para karyawan menurun hingga tujuh persen. Program ini juga meningkatkan perasaan terstimulasi, komitmen, dan pemberdayaan, secara signifikan. Secara keseluruhan kepuasaan hidup karyawan meningkat hingga lima persen.

Para karyawan merasa tidak berada dalam "tekanan psikologis" dan punya waktu lebih banyak di rumah, yang meningkatkan motivasi mereka saat bekerja.

Meski riset di Perpetual Guardian menunjukkan hasil positif, Wellcome Trust masih mencari bukti lebih lanjut sebelum mengambil keputusan final dan membuatnya sebagai kebijakan permanen.

"Jika Anda memiliki waktu bekerja yang lebih sedikit dalam seminggu, Anda harus memikirkan cara bagaimana bisa memanfaatkan waktu dengan sangat efektif. Ini adalah konsep di mana kita melihat waktu sebagai sesuatu yang sangat terbatas," ujar Whiting kepada The Guardian.

Ia menambahkan bahwa dengan begitu, jumlah orang yang malas-malasan bekerja akan jadi lebih sedikit, karena mereka akan lebih memprioritaskan kerja mereka.

Bad mood dapat meningkatkan produktivast kerja (Foto: Unsplash)

Meski begitu, studi yang mempelajari empat hari kerja dalam seminggu menemukan adanya peningkatan stres pada para karyawan. Hal ini karena ada orang yang merasa kesulitan harus menyelesaikan kerjanya dalam waktu yang lebih sedikit.

Bahkan beberapa manajer melaporkan bahwa ada beberapa karyawan yang menggunakan hari libur tambahan sebagai "hadiah" dan tidak menjadi lebih efisien dalam bekerja.

Selain itu, ada potensi risiko berkurangnya fleksibilitas ketika karyawan diminta bekerja hanya dari Senin hingga Kamis.

Memang banyak survei yang menemukan karyawan kantoran bisa menghabiskan berjam-jam waktunya untuk menunda-nunda pekerjaan. Salah satu survei menemukan hanya satu per lima orang yang merasa mereka produktif secara konsisten.

Wellcome Trust sendiri masih mempertimbangkan opsi lain untuk meningkatkan produktivitas serta keseimbangan hidup dan kerja para karyawannya, seperti jam kerja yang fleksibel. Perusahaan itu ingin berdiskusi dengan perusahaan yang telah mencoba empat hari kerja dalam seminggu dan perusahaan yang telah mencoba namun meninggalkan program itu.

"Pertanyaannya adalah apakah kita bisa menciptakan sebuah dampak yang lebih besar pada dunia dengan kerja empat hari dalam seminggu," kata Whitting.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: