kumparan
13 Mar 2019 10:35 WIB

Suzuki Melesat di MotoGP Qatar, Sinyal Bahaya untuk Rossi

Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi finis di posisi kelima MotoGP Qatar Foto: twitter/yamahamotogp
Sejak MotoGP 2017, Yamaha tak lagi dianggap sebagai penantang gelar. Mereka kini seperti penonton yang hanya bisa menyaksikan pertarungan Honda dan Ducati di lintasan. Sial bagi Yamaha, Suzuki pun kini muncul sebagai pesaing anyar.
ADVERTISEMENT
Yamaha memang telah mengalami masalah sejak MotoGP 2017, yaitu pada grip (daya cengkram) ban belakang. Hal itu yang membuat Valentino Rossi dan Maverick Vinales kesulitan melakukan akselerasi saat baru keluar dari tikungan.
Akibat grip pula yang membuat tim Garpu Tala kesulitan mempertahankan konsistensi kecepatannya sepanjang balapan. Masalah yang juga berkaitan dengan degradasi ban itu membuat harus berpikir dua kali saat ingin melakukan manuver.
Akibatnya, dalam dua musim terakhir, Yamaha hanya mampu menempatkan pebalapnya (Rossi) di posisi ketiga klasemen akhir. Dan untuk musim 2019, sekadar untuk mempertahankan posisi ketiga saja tampaknya akan sulit bagi tim asal Iwata itu.
"Masalah kami bukan hanya top speed, tapi akselerasi ketika keluar tikungan. Sepertinya motor lain, Honda, Ducati, juga Suzuki mampu menemukan grip dan tenaga lebih besar. Kami kalah dalam hal akselerasi," ujar Rossi, dilansir Motorsport.
ADVERTISEMENT
The Doctor berkaca dari hasil balapan MotoGP Qatar 2019 di Sirkuit Losail, Senin (11/03/2019) dini hari WIB. Jangankan untuk bersaing dengan Honda, dengan Suzuki saja mereka kalah cepat di lintasan.
Pebalap asal Italia itu memang melakukan comeback luar biasa setelah finis di posisi kelima meski start dari urutan ke-14. Tapi, tetap saja hal itu tak bisa mereka banggakan, apalagi ada pebalap tim satelit Pramac Racing (Cal Crutchlow) dan Suzuki (Alex Rins) di depan Rossi.
Momen saat pebalap Suzuki Ecstar, Alex Rins sempat memimpin balapan MotoGP Qatar 2019. Foto: twitter/suzukimotogp
Rins, bahkan, memiliki peluang untuk merebut podium juara. Pebalap berusia 23 tahun itu sempat beberapa kali memimpin balapan, tapi selalu kembali direbut pebalap Ducati, Andrea Dovizioso.
"Masalahnya kami finis di belakang Ducati, Honda, satelit Honda (LCR) dan Suzuki. Tahun ini Suzuki begitu kuat. Cal juga sangat kuat tahun lalu, tapi saya bisa mengalahkannya. Peningkatan lebih besar adalah Suzuki. Jadi, bagi saya, kami harus bekerja," jelas Rossi, 40.
ADVERTISEMENT
Khusus Suzuki, indikasi kebangkitan mereka sudah terlihat sejak musim lalu. Rins mampu mengumpulkan lima podium dan Andrea Iannone empat podium. Rins juga mengakhiri musim dengan finis di urutan kelima klasemen akhir.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan