7 Tanda Anda Hanya Dijadikan Pelarian dalam Hubungan Asmara

6 Oktober 2019 21:55 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Putus cinta adalah salah satu hal paling menyakitkan dalam hidup. Maka dari itu, tak heran jika banyak orang memilih untuk menghindarinya. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk ‘lari’ dari patah hati, yaitu dengan mencari pasangan baru secepat mungkin. Dalam kata lain, mencari pelarian atau rebound love.
ADVERTISEMENT
Cara ini banyak dilakukan oleh laki-laki yang hampir tidak pernah berstatus single atau mereka yang memiliki gengsi tinggi. Mereka tidak ingin menunjukkan kelemahannya karena patah hati dengan mencari gandengan baru sebagai tameng.
Bagi Anda yang tidak ingin terjebak sebagai pelarian, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan. Berikut kumparanWOMAN telah merangkum tujuh poin penting yang harus Anda ketahui agar mengetahui bahwa Anda sedang dijadikan pelarian seperti dikutip dari Cosmopolitan. Apa saja?
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
Dia belum lama putus dari hubungan sebelumnya
Putus cinta bukanlah hal yang menyenangkan. Maka tak heran jika proses move on juga membutuhkan waktu yang tak sebentar. Oleh karena itu, jika didekati oleh laki-laki yang baru putus bulan lalu, ada baiknya Anda memastikan dia benar-benar tertarik dengan Anda atau karena ada kemungkinan Anda hanya dijadikan pelarian saja.
ADVERTISEMENT
Dia tidak pernah berstatus single
Beberapa orang memang lebih senang menjalani hidup dengan berpasang-pasangan. Jadi setelah putus cinta, mereka akan langsung mencari penggantinya. Laki-laki seperti ini sudah pasti akan menjadikan kekasih barunya sebagai pelarian. Agar Anda tidak menjadi salah satunya, minta si dia untuk melakukan pendekatan kurang lebih tiga sampai empat bulan sebelum akhirnya ia menyatakan cinta.
Ilustrasi pasangan tak harmonis. Foto: Shutterstock
Segala sesuatu dalam hubungan berjalan dengan sangat cepat
Laki-laki yang tergesa-gesa menjalani hubungan setelah putus cinta biasanya merasa dia tidak pernah keluar dari sebuah hubungan. Oleh karena itu, tak heran jika dia tidak membutuhkan waktu pendekatan yang lama dan menyatakan cinta hanya dalam hitungan minggu. Padahal, untuk bisa memiliki hubungan yang sehat, ada berbagai hal yang harus dipertimbangkan sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
ADVERTISEMENT
Jika Anda menemukan laki-laki yang seperti ini, minta si dia untuk memikirkan kembali apakah dia sudah yakin untuk memulai hubungan baru atau belum.
Dia membutuhkan partner untuk dibawa ke suatu acara
Dalam kasus ini, Anda tidak hanya akan dijadikan sebagai pelarian. Dia bahkan sengaja mendekati Anda agar memiliki partner baru untuk menghadiri acara tertentu. Biasanya ini akan dilakukan para laki-laki jika dia baru putus dan harus menghadiri acara pernikahan di mana mantannya juga akan hadir. Karena gengsinya yang tinggi, si dia ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah move on dan baik-baik saja.
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
Temannya tidak ingin mengenal Anda lebih jauh
Bukan karena teman-teman pasangan Anda bersikap jahat, tapi biasanya mereka sadar bahwa Anda hanya akan ada sementara dalam hidupnya. Sebab Anda hanya dijadikan sebagai pelarian. Oleh karena itu, teman-temannya tidak menganggap Anda adalah seseorang yang penting dan berarti lebih untuk sahabat mereka yang notabene merupakan pasangan Anda.
ADVERTISEMENT
Dia terlalu memaksakan kehendak
Seakan masih bersama dengan pasangan yang lama, si dia memaksakan Anda untuk memenuhi ekspektasinya. Anda diminta melakukan berbagai hal yang dirasa pas dan sama dengan hubungan yang sebelumnya pernah dijalani. Seakan-akan dia ingin Anda menggantikan mantan kekasihnya. Padahal Anda adalah orang yang berbeda dan dia tidak seharusnya memaksakan kehendak.
Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock
Anda dan pasangan tidak memiliki persamaan
Jika perhatian yang si dia berikan terasa terpaksa dan Anda tidak ada niat untuk menghubunginya duluan setiap waktu, bisa jadi hubungan tersebut didasari dengan rasa terburu-buru. Dalam hubungan seperti ini, biasanya tidak hanya si dia, tetapi Anda juga baru sama-sama putus cinta dan ingin segera mendapatkan pengganti.
Alhasil, kalian berdua tidak peduli jika keduanya tidak memiliki persamaan, yang terpenting adalah Anda tidak sendiri dan terbelenggu dalam patah hati.
ADVERTISEMENT