Cara Balas Dendam Aneh Seniman Hebat kepada Hartawan 'Pelit'

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika kolektor seni dan hartawan Frederick Richards Leyland pulang, ke rumah yang sedang direkontruksi oleh arsitektur Richard Norman Shaw dan Thomas Jeckyll, serta seniman James McNeill Whistler, pada Oktober tahun 1876 itu, ia terpana mendapati ruang makannya telah berubah total dan jauh dari yang diminta. Ruangannya terlihat bersinar dengan warna hijau, emas, dan biru bercahaya. Dindingnya pun telah dilapisi oleh kulit bermotif bunga.
Baca Tulisan Sebelumnya: Kisah Seniman Menyebalkan di 'Ruang Merak' yang Mengagumkan
Terlepas dari Shaw dan Jeckyll yang bekerja dengan baik untuk merombak seluruh rumah dan mendekorasi ruang makan, semua perubahan yang tidak sesuai rencana pada ruang makan itu dilakukan oleh Whistler seorang. Seniman ini sebetulnya hanya bertugas untuk mengawasi dekorasi ruang masuk dan membuat lukisan berjudul The Princess from the Land of Porcelain (ditempatkan di atas perapian), akan tetapi dalam praktiknya dia malah melakukan banyak perubahan atas sentuhan awal Jeckyll, mengganti warna, dan mendekorasi ulang ruang makan.
Nekatnya lagi, tanpa seizin Leyland, Whistler malah mengundang para seniman lain dan anggota pers untuk menunjukkan hasil sentuhannya pada ruang makannya. Tak tanggung-tanggung, seusai itu, Whistler pula memberikan rincian tagihan biaya dekorasi sebesar 2000 poundsterling kepada Leyland, jumlah yang sangat besar kala itu.
Tentu saja, Leyland marah dan menolak membayar (meski akhirnya setuju untuk membayar setengah dari jumlah tagihan). Leyland pun mengusir Whistler dari rumahnya dan enggan mengakui karyanya sebagai suatu hal yang bagus.
Terluka dan terhina, sebelum beranjak pergi, Whistler merencanakan pembalasan. Sebagai sentuhan akhir untuk karyanya di ruang dapur rumah Leyland, Whistler merancang panel besar dengan menggambarkan sepasang burung merak yang sedang bertarung di dinding seberang lukisan The Princess from the Land of Porcelain.
Lukisan merak itu dibuat sebagai alegori dari hubungan yang memburuk antara Whistler dan Leyland. Burung merak di sebelah kiri mewakili sang seniman. Sedangkan di sebelah kanan adalah hartawan pelit dengan gambaran koin-koin yang berkilauan dari payudaranya dan pada bulu-bulu di ekornya. Beberapa koin juga tersebar di dekat kaki merak Leyland. Untuk lebih memastikan bahwa Leyland dapat memahami simbolisme, Whistler pun menyebut mural itu sebagai “Seni dan Uang" atau The Story of the Room.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, lalu Whistler pergi untuk selamanya tanpa pernah melihat Ruang Meraknya lagi. Sedangkan bagi Leyland, ia tidak pernah mengklaim bahwa dirinya menyukai ruangan itu juga pernah bilang sangat membencinya. Karena ia menghargai sebuah karya seni dan melihat ruangan itu cukup bernilai seni tinggi, Leyland tidak pernah mengubah apa pun di ruangan itu. Ia menjaga ruang makannya tetap kosong selama 15 tahun, hingga kematiannya pada tahun 1892.
Menariknya, pada tahun 1904, seorang industrialis dan kolektor seni asal Amerika, Charles Lang Freer, membeli Ruang Merak dari rumah mendiang Leyland, membongkar satu ruangan itu saja, serta mengirimkannya melintasi Samudra Atlantik ke Detroit, untuk dipasang kembali di rumahnya. Freer juga menggunakan ruangan itu untuk memajang koleksi keramiknya sendiri. Setelah kematian Freer pada tahun 1919, Ruang Merak pun dipasang secara permanen di Galeri Seni Freer, Washington.
Referensi:
The Artist Who Got Carried Away: The Story of The Peacock Room | amusingplanet.com
The Story Behind the Peacock Room’s Princess | smithsonianmag.com
