Konten dari Pengguna

Kisah Memukau Hotel Arbez yang Terbagi oleh Prancis dan Swiss

Absal Bachtiar

Absal Bachtiar

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kredit Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Kredit Foto: Wikimedia Commons

Tidak ada yang benar-benar istimewa dari kontruksi Hotel Arbez yang berbintang dua. Hanya bangunan berukuran biasa yang dibuat dalam gaya Pegunungan Alpine, dengan balok-balok kayu dan dapur ala pedesaan. Akan tetapi, jika berbicara tentang aspek historis dan geografis, hotel ini memiliki keunggulan yang tidak ditemukan di tempat lain.

Letaknya berada persis di perbatasan antara Prancis dan Swiss sehingga ruang-ruang yang ada di dalamnya terbagi ke dalam dua negara. Sebuah kondisi yang mengambil keuntungan dari perjanjian politik pada masa lalu.

Sejarah hotel ini dimulai pada abad ke-19, ketika Pemerintah Swiss dan Perancis menyetujui modifikasi perbatasan di Lembah Dappes. Dalam teks perjanjian yang ditandatangani pada 8 Desember 1862 itu dinyatakan bahwa tidak satu pun bangunan yang telah berdiri pada saat ratifikasi akan dipengaruhi oleh modifikasi perbatasan.

Mengetahui adanya kelonggaran waktu sebelum pengesahan dokumen, seorang pengusaha yang pandai bernama Monsieur Ponthus lantas mengambil keuntungan. Ia mendirikan sebuah bangunan di lokasi yang akan terbelah oleh perbatasan baru, dengan maksud melakukan bisnis lintas batas. Begitu cerdiknya ia, bangunan ini pun selesai didirikan dalam waktu singkat, tepat sebelum Perjanjian Lembah Dappes resmi berlaku pada Februari 1863.

kumparan post embed

Jadi, tatkala perjanjian diratifikasi oleh pemerintah Swiss, bangunan tiga lantai milik Ponthus sudah selesai; dengan demikian tidak terpengaruh oleh kebijakan soal perbatasan terbaru. Ponthus membuka bar di sisi Prancis dan toko di Swiss. Toko ini tetap bertahan hingga Jules-Jean Arbeze membeli keseluruhan bangunan dan mengubahnya menjadi Hotel "Arbez" Franco-Suisse pada tahun 1921.

Kredit Foto oleh Andy Proehl dari Flickr

Lokasi hotel yang tidak lazim itu pun kemudian menghadirkan beberapa cerita aneh. Misalnya, selama Perang Dunia II, ketika Perancis diduduki oleh Nazi Jerman dan Swiss tetap sebagai negara netral. Tentara Jerman bisa memasuki Hotel Arbez tetapi hanya sampai bagian yang terletak di tanah Prancis dan tidak boleh menginjakkan kakinya di wilayah Swiss. Alhasil, lantai atas yang masuk ke dalam wilayah Swiss pun menjadi tempat perlindungan bagi buronan Nazi.

kumparan post embed

Selain itu, pada tahun 1962 menjelang akhir Perang Kemerdekaan Aljazair, ketika diperlukan tempat netral untuk menandatangani Perjanjian Evian, Hotel Arbez Franco-Suisse pun dipilih untuk melaksanakan negosiasi bersejarah antara Prancis dan Aljazair.

Itu semua membuktikan, melebihi statusnya sebagai tempat menginap berbintang dua, Hotel Arbez memiliki nilai sejarah yang jauh lebih besar ketimbang ukuran bangunannya.

Referensi:

  • Hotel Arbez Lets You Sleep in Two Countries at Once | cntraveler.com

  • Stay in Two Countries Simultaneously at This Franco-Suisse Hotel | mentalfloss.com