Monster Penyedot Lemak Pishtaco dan Misteri Kasus Kriminal Tahun 2009

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang-orang Eropa atau Amerika bagian utara mengenal drakula atau vampir sebagai monster penyedot darah. Namun, lain dengan orang-orang di Amerika bagian selatan, mereka mengenal pishtaco, monster yang menyedot lemak.
Kata pisthtaco berasal dari bahasa Quechua yaitu pishtay. Pishtay sendiri berarti "memenggal kepala", "memotong tenggorokan", atau "dipotong-potong". Adapun legenda pishtaco dibawa oleh para penutur bahasa Quenchua dari Peru ke Bolivia, Ekuador, dan daerah pegunungan lainnya di Amerika Selatan
Sejak lebih dari 500 tahun lalu, setelah penaklukan Amerika bagian selatan oleh Spanyol, penduduk lokal percaya bahwa pishtaco kerap menyedot lemak orang yang berkeliaran pada malam hari secara tidak berhati-hati. Mahluk ini juga akan mengurasnya sampai hampir habis. John Mc Dowell, seorang ahli cerita rakyat dari Universitas Indiana, menerangkan bahwa lemak merupakan hal yang vital pada tubuh seseorang yang hidup di daerah Pegunungan Andes. Orang yang sangat kurus akan dianggap sia-sia dan tidak memiliki kekuatan untuk hidup, karena suhu dingin bisa berlangsung ekstrem di sana.
Mahluk itu sering digambarkan sebagai seorang laki-laki, berkulit putih, dan biasa muncul saat malam hari. Kemunculannya di malam hari bukan karena pishtaco takut akan cahaya, melainkan karena tindakannya akan lebih efektif dilakukan pada malam hari.
Pishtaco tidak bekerja seorang diri. Dia biasanya berteman dengan seorang manusia. Manusia tersebut akan membantunya menangkap, mengirimkan, dan membunuh korban. Terkadang, manusia ini juga membantunya mengekstraksi lemak dari tubuh korban. Cerita tentang pishtaco pun konon dipaparkan pertama kali oleh seorang manusia yang pernah membantunya.
Fakta yang cukup mengerikan ialah kasus yang berkaitan dengan pishtaco pernah terdokumentasi pada tahun 2009. Sekelompok pria terbukti telah menangkap lusinan penduduk di kawasan Hutan Huanuco, sekitar 160 mil dari Lima, ibu kota Peru. Kasus ini tersiar luas secara nasional, bahkan global.
Kelompok pemuda tersebut menggunakan lilin untuk mengeluarkan lemak, mengumpulkannya dalam botol bekas soda, dan menjualnya untuk digunakan dalam sebuah ritual. Para korban pun dibunuh setelahnya.
Tindakan keji itu terus dilakukan, hingga akhirnya tiga orang dari mereka tertangkap dan mengakui perbuatannya. Sementara pelaku lainnya melarikan diri. Menurut laporan The Guardian, polisi yakin jumlah korban jauh lebih banyak karena sekitar 60 orang telah menghilang di sekitar Hutan Huanuco pada tahun 2009.
Rujukan:
Time | Peru's Fat-Stealing Gang: Crime or Cover-Up?
In the Andes, the Fear of Oppressors Manifests as the Gruesome Pishtaco
