Konten dari Pengguna

Sains: Rata-rata Suhu Tubuh Manusia Terus Mengalami Penurunan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh geralt di pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh geralt di pixabay

Sejak lama, telah ditetapkan standar khusus yang digunakan untuk menghitung rata-rata suhu pada tubuh manusia, yakni 37 derajat celsius. Standar tersebut ditemukan oleh seorang dokter Jerman bernama Carl Reinhold August Wunderlich dan masih tetap digunakan sampai sekarang.

Meskipun standarnya masih tetap digunakan, namun suhu tubuh yang ada pada manusia ternyata terus mengalami penurunan. Dalam berbagai penelitian, suhu orang Amerika pada abad ke-21 lebih dingin dari nenek moyangnya pada abad ke-19.

Mengapa ihwal tersebut terjadi?

Sebelum membahas alasannya, baiknya kita memahami terlebih dahulu bagaimana proses yang digunakan Wunderlich untuk menemukan standar suhu pada tubuh manusia. Ia mengumpulkan jutaan sampel suhu dari 2.500 pasien di kota Leipzig. Sehat ataupun sakit, Wunderlich mengukur suhu tubuh mereka dan menulis buku tebal tentang variasi suhu yang berhubungan dengan penyakit.

Dalam karyanya itu, dia mencatat berbagai variasi suhu berdasarkan jenis kelamin, usia, tinggi, dan berat, kemudian menyimpulkan bahwa 37 derajat celsius merupakan suhu rata-rata yang dimiliki oleh setiap individu. Dari sinilah, para dokter mulai menggunakan standar suhu Wunderlich sebagai indikator penting dalam menentukan kesehatan pasien.

Foto oleh Opal di pixabay

Tentu saja, para dokter mengakui bahwa suhu tubuh dapat berubah karena berbagai alasan. Seperti pada orang tua yang cenderung lebih dingin daripada yang lebih muda, wanita menstruasi yang lebih hangat dari para pria, dan individu juga lebih hangat setelah makan atau berolahraga. Meskipun demikian, suhu tubuh manusia tetap berada di sekitar suhu standar. Hal tersebut dikarenakan suhu yang stabil dapat mendukung banyak proses kesehatan tubuh, salah satunya seperti pemeliharaan fungsi organ.

Nah, dalam beberapa penelitian diungkapkan, seperti dilansir oleh Vox, suhu tubuh manusia telah turun sekitar 0,02 derajat celsius setiap sepuluh tahun sejak awal 1800-an. Seorang wanita yang lahir di tahun 2000-an, tubuhnya rata-rata lebih dingin 0,32 derajat celsius daripada wanita yang lahir di tahun 1890-an. Untuk pria yang lahir di tahun 2000-an, akan lebih dingin 0,58 derajat celsius daripada pria yang lahir di awal tahun 1800-an.

kumparan post embed

Temuan ini bahkan membuat para ilmuwan ingin membuat standar baru pada suhu tubuh. Para ilmuwan berteori bahwa perubahan suhu tubuh telah berkaitan dengan penurunan tingkat peradangan karena antibiotik, obat anti-inflamasi, dan kesehatan yang bekerja lebih baik. Teori lainnya juga menjelaskan gaya hidup modern telah berperan dalam perubahan ini.

Namun, masih banyak hal lain yang harus diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan, guna untuk mengungkapkan alasan yang tepat mengapa suhu tubuh manusia terus mengalami penurunan. Beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa penurunan suhu tubuh ini juga akan terus berlangsung hingga masa depan. Selain itu, penelitian yang terus berlanjut membuat para ilmuwan berharap agar mereka dapat menggunakan suhu tubuh untuk memprediksi umur seseorang, meskipun para ilmuwan sendiri masih meragukan hal tersebut.

Sumber: vox.com | ripleys.com | livescience.com

kumparan post embed