Konten Media Partner

42 Rumah dan 17 Jembatan Rusak Akibat Banjir di Aceh Timur

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Aceh Timur mengungsi karena banjir, Sabtu (5/12). Dok. BPBA
zoom-in-whitePerbesar
Warga Aceh Timur mengungsi karena banjir, Sabtu (5/12). Dok. BPBA

Sedikitnya 42 rumah dan 17 jembatan mengalami kerusakan akibat banjir besar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, sejak Jumat lalu. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan per Selasa (8/12) banjir mulai surut di beberapa titik dari total 19 kecamatan yang terendam. Sedangkan warga yang masih mengungsi sebanyak 1.961 jiwa di Kecamatan Peureulak Barat.

"Di beberapa titik air sudah surut. Ketinggian air (yang masih tergenang) 10-50 sentimeter. Keadaan masyarakat di lokasi banjir maupun di lokasi pengungsian masih aman terkendali," kata Sunawardi, Kepala BPBA, kepada jurnalis, Selasa (8/12).

Sunawardi menjelaskan, dari 42 rumah rusak itu terdiri dari 39 rusak berat, 2 rusak sedang, dan 1 rusak ringan. Sedangkan 17 jembatan yang dihempas banjir semuanya disebut rusak berat.

embed from external kumparan

"Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi pada 2 Desember 2020 dan meluapnya sungai Peureulak dan Arakundo," sebut Sunawardi.

Ia menyebut banjir parah itu berdampak terhadap 86.724 warga yang tersebar di 266 desa dalam 19 kecamatan di Aceh Timur. Banjir juga merenggut nyawa seorang bocah berusia 14 tahun.

kumparan post embed

"BPBD Kabupaten Aceh Timur melakukan koordinasi langsung menurunkan Satgas PB untuk melakukan pendataan dan evakuasi banjir, pendistribusian logistik melalui Dinas Sosial," katanya.

Selain Aceh Timur, dalam waktu bersamaan banjir parah juga terjadi di kabupaten tetangganya Aceh Utara. Banjir besar itu turut melumpuhkan aktivitas warga di Kota Lhoksukon, ibu kota Aceh Utara, dalam beberapa hari.

kumparan post embed