Ada Nakes di Aceh Menolak Vaksin Corona, Ini Sebabnya

Penyuntikan vaksin corona Sinovac terus dilakukan di Aceh, menyasar tenaga kesehatan (Nakes) sebagai prioritas pertama. Saat ini di seluruh Aceh, sebanyak 231 nakes dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar telah disuntik.
“Ada sebanyak 27 yang ditunda, dan 213 yang batal karena faktor komorbid dan lainnya yang membuat tidak bisa divaksin,’’ kata dr Hanif, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Jumat (29/1/2021).
Menurutnya, ada sebagian Nakes di Aceh yang takut divaksin karena hoaks atau informasi palsu yang beredar di masyarakat. “Teman-teman kita banyak yang belum paham sekali soal vaksin, padahal kita sudah memberikan infromasi yang benar,” jelasnya.
Hal itu dipengaruhi banyaknya informasi tidak benar beredar luas di media sosial, seperti vaksin COVID-19 disebut akan menimbulkan banyak efek samping. Padahal informasi tersebut tidaklah benar.
“Bukan hanya Nakes yang terpapar hoaks, banyak orang pintar juga terpengaruh. Ada informasi salah dari luar negeri (tentang vaksin), seakan-akan sudah dianggap benar. Ada juga informasi yang disebar untuk mangacaukan masyarakat,” jelas Hanif.
Kadis Kesehatan Aceh menyakini, perlahan informasi tersebut akan terpatahkan seiring proses vaksinasi yang terus berjalan. Nakes dan masyarakat secara umum nantinya akan menerima dengan sendrinya.
“Saya yakin setelah dilihat nanti tidak apa-apa (setelah vaksinasi) pendapat mereka akan berubah dan menerima (vaksin),” katanya.
Selain soal hoaks, sebagian Nakes di Aceh juga menolak disuntik, tetapi bukan karena takut vaksin corona. “Ketika ditanya kenapa menolak, mereka bilang takut disuntik bukan takut vaksin,” ujar Hanif.
Aceh Telah Terima 47.480 Dosis Vaksin
Saat ini, Pemerintah Aceh telah menerima vaksin corona Sinovac sebanyak 47.480 dosis dalam tiga tahap pengiriman. Tahap pertama diterima pada 5 Januari 2021, tahap kedua pada 12 Januari 2021, dan tahap ketiga diterima pada 25 Januari 2021.
Menurut Hanif, vaksin corona tersebut telah disebarkan untuk fasilitas kesehatan di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk digunakan kepada tenaga kesehatan. “Senin mulai didistribusikan ke seluruh Aceh, mungkin pantai utara dulu, baru pantai barat (Aceh).”
Nantinya vaksin akan terus dikirim dari pusat. “Kita tidak terima banyak-banyak dulu, karena Gudang penyimpanan terbatas,” kata Hanif. []
