Banjir Aceh Utara Meluas di Belasan Kecamatan, Pengungsi 18.160 Jiwa
·waktu baca 2 menit

Banjir luapan yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Aceh, saat ini meluas di belasan kecamatan pada Kamis (6/10). Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan jumlah pengungsi 18.160 jiwa.
Kepala BPBA Ilyas mengatakan banjir terjadi sejak Selasa lalu mulanya dua kecamatan, lalu jadi tujuh kecamatan, dan kini sudah meluas di 12 kecamatan.
"Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Utara menyebabkan terjadinya banjir yang menggenangi rumah-rumah dan sawah warga," kata Ilyas, Kamis.
Banjir terjadi setelah dua sungai besar di kawasan itu, Krueng Keureuto dan Krueng Pirak, meluap. Air sungai naik ke permukiman sejak Selasa pagi dan mengalir ke rumah warga Matangkuli dan Pirak Timu. Hujan kian deras dan tak kunjung turun membuat air sungai meluap di kecamatan lain.
Adapun 12 kecamatan tersebut adalah Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Paya Bakong, Samudera, Cot Girek, Tanah Luas, Langkahan, Dewantara, Nisam, Muara Batu, dan Geureudong Pase.
Tak cuma rumah penduduk, banjir juga merendam sawah seluas 230 hektare. Warga terdampak mulai mengungsi ke tempat lebih tinggi. "Sementara total korban mengungsi yang terdata 5.104 keluarga atau 18.160 jiwa," ujarnya.
Sementara informasi yang diperoleh acehkini, banjir turut merendam Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Lhoksukon. Sejauh ini akses lalu lintas masih lancar dan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
