Konten Media Partner

BKSDA: Populasi Gajah Liar di Aceh 539 Ekor

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawanan gajah yang terlihat di sekitar persawahan, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, pada tahun 2017 lalu. Foto: Habil Razali
zoom-in-whitePerbesar
Kawanan gajah yang terlihat di sekitar persawahan, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, pada tahun 2017 lalu. Foto: Habil Razali

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat populasi gajah liar yang tersebar di kawasan hutan Aceh sekitar 539 ekor. Jumlah ini semakin menurun seiring ditemukannya lima bangkai gajah mati di Aceh Jaya.

"Saat ini ada 539 ekor gajah di Aceh, memang perlu updating datanya, kita coba melakukan kegiatan inventarisasi untuk updating data tersebut," kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto, kepada jurnalis di Banda Aceh, Kamis (16/1).

Kehidupan gajah liar di Aceh sekarang sangat mengkhawatirkan. Konflik manusia dan gajah semakin rentan terjadi. Menurut Agus, untuk menangani konflik gajah dengan manusia di Aceh, Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat sudah memiliki strategi penanganan, terutama terkait dengan kawasan ekosistem esensial.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto. Foto: Habil Razali/acehkini

Misalnya, saat ini di Bener Meriah sedang dibangun barrier sepanjang 15 kilometer. Barier itu nantinya diharapkan akan meminimalisir konflik gajah yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah.

"Memang itu menjadi salah satu solusi jangka panjang yang kita lakukan untuk mengatasi konflik-konflik yang terjadi saat ini," tuturnya.

Menurut Agus, jumlah kematian gajah liar tahun 2020 sebanyak enam ekor. Dengan rincian lima ekor di Aceh Jaya dan seekor anak bayi gajah di Aceh Utara.

kumparan post embed