Konten Media Partner

Foto: Nisan Kesultanan Aceh Beraksara Arab Terabaikan Dalam Lumpur Gampong Pande

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nisan peninggalan keseultanan Aceh berserakan di lumpur kawasan Gampong Pande, Banda Aceh. Foto: Fahzian Aldevan untuk acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Nisan peninggalan keseultanan Aceh berserakan di lumpur kawasan Gampong Pande, Banda Aceh. Foto: Fahzian Aldevan untuk acehkini

Nisan-nisan bersejarah tergeletak berantakan di kawasan tambak di Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Kamis (3/2/2022) sore. Ada yang roboh, miring, atau berdiri tegak. Masih utuh atau sebagiannya hancur.

Pada nisan di kompleks makam kuno itu terpahat inskripsi berbahasa Arab. Temuan Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) dengan membaca inskripsi, nisan-nisan itu milik tokoh-tokoh atau ulama masa Kesultanan Aceh Darussalam.

kumparan post embed
Wilayah pesisir Gampong Pande ditemukan banyak makam kuno. Foto: Habil Razali/acehkini

Pemetaan Sejarawan dan Arkeolog Universitas Syiah Kuala, Husaini Ibrahim, jumlah kompleks nisan berusia ratusan tahun di Gampong Pande tersebut adalah 64 titik. Dalam satu titik ada puluhan batu nisan.

Sebagian besar nisan-nisan tersebut ditemukan dalam rawa-rawa atau tambak dalam kondisi hancur dan tertimbun lumpur. Hingga kini, belum ada upaya pelestarian dari pemerintah terhadap nisan-nisan bersejarah itu. []

kumparan post embed

Lihat foto-foto berikut:

Batu-baru nisan bertuliskan aksara Arab terbengkalai. Foto: Fahzian Aldevan untuk acehkini
Nisan terbenam lumpur tak terurus. Foto: Habil Razali/acehkini
Nisa di tengah lumpur kawasan Gampong Pande, Banda Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini
Kawasan ini diyakini sebagai kompleks makam kuno peninggalan Kesultanan Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini
Nisan bersejarah yang tak terurus di Gampong Pande, Banda Aceh. Foto: Habil Razali/acehkini