Foto: Peringatan 21 Tahun Tragedi Idi Cut di Yogyakarta dan Padang

Aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Daulat Rakyat Aceh untuk Arakundo (Darah Arakundo) menggelar aksi mengenang 21 tragedi pembantaian warga Aceh di Idi Cut. Peringatan dilakukan serentak di empat kota, Banda Aceh, Lhokseumawe, Yogyakarta dan Padang, Senin (3/2).
Tragedi Idi Cut terjadi di Simpang Kuala, Kecamatan Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu dini hari, 3 Februari 1999 silam. Puluhan warga ditembak saat pulang dari acara dakwah agama. Puluhan korban kemudian dimasukkan ke karung, diikat kawat, diberi pemberat batu, lalu diangkut dengan truk dan dibuang ke Krueng (sungai) Arakundo. Tragedi ini juga dikenal sebagai peristiwa Arakundo.
Salah seorang Koordinator aksi Darah Arakundo, Fadli, mengatakan dua aksi di luar Aceh masing-masing digelar di Tugu Jogja, dan di depan Kantor Perwakilan Komnas HAM, Padang, Sumatera Barat.
Dalam pernyataan sikap yang diterima acehkini, mereka menuntut Komnas HAM untuk segera mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM Tragedi Arakundo dan seluruh pelanggaran HAM Berat masa lalu yang terjadi di Aceh. Negara harus membuka kotak pandora untuk mengungkapkan siapa pelaku dari serangkaian peristiwa itu.
Berikut suasana aksi di dua kota tersebut:
