Konten Media Partner

Jumlah Rohingya di Laut Bireuen Diperbarui Jadi 120 Orang: 60 Wanita dan 51 Anak

ACEHKINIverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengungsi Rohingya dalam kapal kayu yang terombang-ambing di laut Bireuen, Aceh, didominasi kalangan perempuan dan anak. Foto: Dok. Panglima Laot
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi Rohingya dalam kapal kayu yang terombang-ambing di laut Bireuen, Aceh, didominasi kalangan perempuan dan anak. Foto: Dok. Panglima Laot

Jumlah pengungsi Rohingya dalam satu kapal kayu yang terombang-ambing di laut Bireuen, Aceh, diperbarui jadi 120 orang. Sebelumnya jumlah pengungsi Rohingya dalam kapal itu disebut 72 orang.

"Jumlah pengungsi Rohingya dalam kapal adalah 120 orang. Pertama memang dikatakan 72 orang karena dijelaskan oleh mereka dengan bahasa isyarat, tapi tadi sudah ditulis di kertas oleh mereka (Rohingya)," kata Badruddin Yunus, Panglima Laot Bireuen, kepada acehkini, Senin (27/12) malam.

Menurut Badruddin, pengungsi Rohingya itu didominasi kalangan perempuan dan anak. Detailnya adalah 51 anak, 60 wanita dewasa, dan 9 laki-laki dewasa.

kumparan post embed

Posisi kapal Rohingya sampai Senin malam masih berada di tengah laut dan diikat di rumpon milik nelayan. Jaraknya kini agak lebih dekat ke daratan Bireuen atau 45 mil, posisi sebelumnya 70 mil.

Badruddin mengatakan sampai pukul 22.00 waktu setempat belum ada keputusan mengenai nasib kapal Rohingya yang masih terombang-ambing itu. Nelayan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan.

"Secara kemanusiaan seharusnya ditarik dulu ke darat, secara pribadi saya berharap begitu, tapi kalau menurut aturan pemerintah ya bagaimana langkah pemerintahlah," ujar Badruddin.

video youtube embed

Informasi yang diperoleh Badruddin, tim Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi atau UNHCR sedang bergerak ke Bireuen dari Banda Aceh. "Tadi dihubungi katanya sudah bergerak ke sini," katanya.

Sebagaimana diketahui, kapal pengungsi Rohingya itu awalnya terpantau nelayan Bireuen pukul 11 siang Ahad (26/12). Jaraknya sekitar 70 mil dari daratan antara Peulimbang dan Peudada, Kabupaten Bireuen. Nelayan langsung melaporkan ke aparat keamanan begitu melihat kapal Rohingya.

kumparan post embed