Kematian Akibat COVID-19 di Aceh Meningkat dalam Sepekan Terakhir
ยทwaktu baca 1 menit

Kasus positif terinfeksi virus corona di Aceh masih terus bertambah. Dalam 24 jam terakhir dilaporkan ada tambahan 59 kasus baru positif COVID-19, pasien sembuh bertambah 40 orang, dan empat orang meninggal dunia.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani menyampaikan, kasus kematian sepekan terakhir mencapai 50 orang di Aceh, lebih tinggi dari minggu lalu sebanyak 39 orang.
"Kasus meninggal dunia mingguan meningkat dibanding minggu lalu," ujar jubir yang akrab disapa SAG pada Senin (28/6).
Ia menjelaskan, risiko meninggal dunia pasien terkonfirmasi COVID-19 dipengaruhi banyak faktor. Selain faktor usia, penyakit penyerta, dan juga faktor penanganan medis.
Menurutnya, kasus-kasus yang berakhir fatal, meninggal dunia, umumnya karena faktor usia dan memiliki penyakit penyerta (komorbit) seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, atau diabetes, dan faktor keterlambatan penanganan karena datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakitnya sudah memasuki stadium lanjut.
"Sebenarnya tujuan dari testing dan tracing dalam strategi penanganan pandemi COVID-19, selain untuk memutuskan rantai penularan virus corona di dalam masyarakat juga untuk memperkecil risiko meninggal dunia," sebutnya.
SAG mengatakan, berdasarkan hasil testing dan tracing tersebut segera diketahui bila seseorang sudah terinfeksi virus corona meski belum muncul gejala, dan segera mendapatkan penanganan secara medis atau treatment.
"Semakin cepat terdeteksi COVID-19 pada diri seseorang, akan semakin kecil risikonya berakhir fatal, meninggal dunia," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menghindari tim surveilans kesehatan kecamatan yang melakukan testing dan tracing ke gampong-gampong. Tugas mereka untuk melakukan deteksi dini kasus COVID-19 dan pengobatan dini bagi yang terkonfirmasi positif sudah terinfeksi virus corona.
Total Kasus Corona Capai 18.906
SAG menambahkan, jumlah kasus COVID-19 secara kumulatif di Aceh per 27 Juni 2021 telah mencapai 18.906 orang.
Dari jumlah itu, penderita yang telah sembuh sebanyak 14.391 orang. Pasien yang sedang dirawat (kasus aktif) 3.743 orang, dan kasus meninggal dunia sudah mencapai 772 orang.
