Kisah Usman Majid, Orang Tertua Penerima Vaksin di Aceh Barat

Konten Media Partner
23 Oktober 2021 12:24
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kisah Usman Majid, Orang Tertua Penerima Vaksin di Aceh Barat (179363)
searchPerbesar
Usman Majid menunjukkan sertifikat vaksin. Foto: Siti Aisyah/acehkini
Meski tidak bisa berjalan tegak seperti biasa, Usman Majid, seorang kakek berusia 84 tahun, warga Desa Cot, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, tetap antusias untuk divaksin. Dibantu personel kepolisian, pelan-pelan ia melangkah dari kursi ruang tunggu menuju tempat screening test peserta vaksin di Gerai Vaksin Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cot Seumereng.
ADVERTISEMENT
Bagi Usman yang telah lansia, vaksin merupakan anjuran pemerintah yang positif, ditengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir ini. “Ini karena dorongan jiwa saya, bukan paksaan, untuk ikut program (vaksin) pemerintah. Dengan vaksin ini kita bisa jadi lebih kebal,” kata Usman terbata-bata kepada Jurnalis, Jumat (22/10).
Usman beranggapan, meski banyak terpaan isu akan efek samping vaksin yang membuat gelisah, dirinya yakin bahwa vaksinasi itu tidak berbahaya dan cukup baik untuk tubuh. Karena hal itu, dirinya bersedia divaksin walau usianya sudah tua. Usman mengaku sedih jika anak-anak muda masih ada yang takut divaksin.
“Saya sudah buktikan, vaksin ini halal dan aman. Saya merasa agak lebih bugar usai divaksin, saya tidak takut,” tutur mantan imam Masjid Cot Samatiga itu.
ADVERTISEMENT
Kisah Usman Majid, Orang Tertua Penerima Vaksin di Aceh Barat (179364)
searchPerbesar
Usman mendapat bingkisan usai divaksin. Foto: Siti Aisyah/acehkini
Karena dianggap peserta vaksin tertua, Kapolsek Samatiga, Puskesmas dan aparat desa Usman berdomisili, memberi apreasiasi kepadanya. Karena tindakannya itu, mereka memberikan bingkisan.
“Saya sangat mengapresiasi pak Usman ini, di usia 84 tahun masih mau vaksin, dan memohon kepada masyarakat Samatiga untuk ikut vaksin. Kegiatan ini adalah vaksin massal untuk warga, kita menyediakan tiga dokter dan enam petugas medis, agar masyarakat jangan lama-lama menunggu,” kata Kapolsek Samatiga, Iptu Pipin Panggabean.
Ia mengajak masyarakat untuk mencontoh sikap Usman Majid yang tidak takut dan termakan informasi hoaks akan vaksin. Apalagi, lelaki 84 tahun itu saat ini tercatat sebagai penerima vaksin tertua di Aceh Barat. “Kalau untuk Aceh saya belum bisa pastikan, tapi informasi sementara beliau (pak Usman) ini penerima vaksin tertua di daerah kita,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Pipin mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di daerah tersebut terdapat di beberapa titik, di kantor kepolisian, Puskesmas dan gerai vaksin di setiap desa. Bagi warga yang tidak sempat untuk ikut vaksin di Puskesmas, bisa menanti giliran vaksin di desa masing-masing.
“Untuk hari ini vaksin cukup, besok vaksin kita sudah habis, masih menunggu penggadaan vaksin lagi oleh dinas terkait,” terangnya. []
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020