Lab Litbangkes Aceh Mulai Operasi, Mampu Uji 94 Sampel Swab COVID-19 per 2 Hari

Laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Aceh di Lambaro, Aceh Besar, mulai dioperasikan untuk menguji swab (usap dahak) dari pasien bergejala virus Corona atau COVID-19. Pengoperasian laboratorium ini diresmikan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada Kamis (16/4/2020).
Kepala Litbangkes Aceh, dr Fahmi Ikhwansyah, yang turut mendampingi Nova pada peresmian itu mengatakan proses pengujian swab pasien COVID-19 di laboratorium tersebut hingga keluarnya hasil membutuhkan waktu dua hari.
"Jika sampel swabnya masuk jam 10 pagi hari ini, maka besok sore hasilnya sudah keluar," ujar Fahmi kepada awak media.
Untuk itu, ia sangat berharap semua sampel swab pasien dapat diterima pihaknya di bawah pukul 10.00 WIB. "Karena tidak mungkin mengerjakan satu per satu sampel," sebutnya.
dr Nelly, staf Litbangkes Aceh menambahkan, untuk memeriksa dua sampel dengan 94 sampel butuh waktu dan bahan yang sama. Jika dilakukan dengan sampel yang banyak dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga.
Ia menjelaskan, sekali running mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium Balai Litbangkes Aceh dapat menguji 94 sampel swab pasien COVID-19.
"Butuh waktu dua hari, kalau sampel diantar sampai di sini pagi di bawah jam 10. Insyaallah besok sore sudah keluar hasilnya," ujar Nelly.
Laboratorium Balai Litbangkes Aceh ini baru dioperasikan setelah mendapat cairan reagen. Hingga hari pertama pengoperasian, mereka telah mendapat 80 reagen untuk uji 80 sampel swab.
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat meresmikan pengoperasian laboratorium tersebut mengatakan pihaknya terus melakukan upaya untuk mengadakan cairan reagen dari berbagai jaringan.
Ia menyebut, untuk pengujian perdana telah ada dua sampel swab yang dikirim dari Kabupaten Gayo Lues untuk segera diuji. "Dengan beroperasinya laboratorium ini maka pengujian sampel swab tenggorokan dari orang yang diduga terpapar virus Corona tidak perlu lagi dikirim ke Jakarta," ujar.
Selain peresmian laboratorium pemeriksaan sampel swab, pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan 400 baju Alat Pelindung Diri. APD tersebut diberikan PT. Bank Aceh Syariah untuk kebutuhan tim medis Balai Litbangkes Aceh.
