kumparan
KONTEN PUBLISHER
14 Februari 2020 11:31

LPHK Damaran Baru Bentuk Tim Ranger Perempuan Pertama di Aceh

WomenRanger_2.jpg
Salah seorang ranger perempuan LPHK Damaran Baru. Dok. HAkA
Lengkap dengan topi, seragam, sepatu bot, dan tas berisi perlengapan patroli hutan, para perempuan berpose layaknya pasukan perang. Mereka tak sedang disiapkan untuk ke medan tempur, tetapi punya tugas lain sebagai penjaga hutan di Bener Meriah, Aceh.
ADVERTISEMENT
Para perempuan yang berasal dari Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Damaran Baru, Bener Meriah, membentuk ranger perempuan penjaga hutan atau disebut sebagai Mpu Uteun (penjaga hutan). Menjadi ranger perempuan pertama di seluruh Aceh.
Women Ranger Team Posing Before Patrol.jpg
Para ranger perempuan LPHK Damaran Baru, Bener Meriah. Dok. HAkA
LPHK Damaran Baru membentuk tim ranger perempuan sebagai bagian dari gerak inisiatif dan rasa tanggung jawab untuk menjaga sumber-sumber kehidupan dengan melakukan pengelolaan, pemanfaatan dan perlindungan kawasan hutan lindung. Lembaga itu telah dibebani Izin Hak Pengelolaan Hutan melalui skema Hutan Desa yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.9343/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/11/2019 pada November 2019 lalu.
Ketua LPHK Damaran Baru, Sumini, berharap Ranger Perempuan ini dapat menjadi pahlawan untuk melindungi hutan, sumber mata air dan sumber-sumber kehidupan lainnya secara langsung dan berkelanjutan. “Perlindungan hutan terkesan seperti pekerjaan untuk laki-laki saja, tetapi perempuan Kampung Damaran Baru mengambil peran kunci untuk melindungi kawasan hutan, bagi kami menjaga hutan adalah menjaga kehidupan, hutan adalah nafas hidup kami,” katanya Jumat (14/2).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, ketika hutan rusak, perempuan lah yang akan menerima dampak lebih dari bencana tersebut. Dengan terbentuknya tim Mpu Uteun, mereka akan aktif berpatroli di kawasan hutan, sehingag Kampung Damaran Baru akan mendapatkan lebih banyak manfaat.
Tim Mpu Uteun nantinya akan bertugas di wilayah-wilayah hutan kunci yang memiliki nilai signifikan untuk masyarakat Damaran Baru, seperti wilayah pinggiran Daerah Aliran Sungai. “Setiap patroli bersifat pulang-pergi karena jangkauan wilayah tidak begitu jauh dari desa. LPHK Damaran Baru juga berkolaborasi dengan tim patroli laki-laki untuk jangkauan wilayah patroli yang lebih jauh dari desa,” jelas Sumini.
WomenRanger_5.jpg
Sumini (kanan) Ketua LPHK Damaran Baru, patroli ke hutan. Dok. HAkA
Ketua Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Farwiza, mengatakan sangat mendukung inisiatif LPHK Damaran Baru dalam membentuk ranger perempuan. “Pembentukan tim Mpu Uteun ini suatu hal baru, tim Ranger Perempuan pertama di Aceh. Semoga menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Aceh untuk melindungi hutan dan lingkungan,” katanya.
ADVERTISEMENT
Pihaknya selama ini berkomitmen tinggi untuk berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan kapasitas LPHK Damaran Baru. Termasuk pengorganisasan dan pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan HAkA, baik pra-izin dan pascaizin Hak Pengelolaan Hutan melalui skema Hutan Desa. []
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan