MTQ Aceh ke-35 di Bener Meriah Resmi Ditutup, Aceh Besar Juara Umum

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Aceh ke-35 yang digelar di Kabupaten Bener Meriah sudah resmi ditutup. Kabupaten Aceh Besar keluar sebagai juara umum.
MTQ XXXV Aceh secara resmi resmi ditutup Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah atas nama Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Lapangan Pacuan Kuda Sengeda, Bener Meriah, Jumat malam (24/6/2022). Penutupan ini menyudahi pelaksanaan MTQ ke-35 yang sudah berlangsung sejak 18 Juni lalu.
MTQ Aceh ke-35 yang berlangsung di Bener Meriah diikuti seluruh kabupaten kota di Aceh dengan total peserta dari seluruh cabang yang diperlombakan mencapai 1.257 orang. Berdasarkan penilaian dewan hakim, diputuskan juara umum MTQ Tingkat Provinsi Aceh ke-35 diraih oleh Kabupaten Aceh Besar dengan perolehan nilai 69.
Bagi Kabupaten Aceh Besar, status juara umum itu adalah untuk kedua kalinya secara beruntun, setelah sebelumnya juga juara umum MTQ Aceh ke-34 di Kabupaten Pidie.
Selanjutnya Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Timur diumumkan sebagai juara peringkat 2 dengan perolehan nilai 42, adapun peringkat 3 diraih tuan rumah Bener Meriah dengan nilai 41. Sedangkan peringkat 4 ditempati Aceh Selatan dengan nilai 37.
Kemudian Aceh Utara peringkat 5 dengan nilai 35, Simeulue peringkat 6 dengan nilai 21, Lhokseumawe peringkat 7 dengan nilai 20, Subulussalam peringkat 8 dengan nilai 16, Banda Aceh peringkat 9 dengan nilai 14 dan Pidie Jaya berada di peringkat 10.
Seremoni penyerahan piala bergilir juara umum dilakukan oleh Sekda Aceh Taqwallah dan diterima Bupati Aceh Besar Mawardi Ali.
Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan Taqwallah menyebutkan pemerintah mengucapkan syukur atas kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-35 Tahun 2022.
MTQ disebut sebagai salah satu sarana yang paling efektif bagi umat Islam untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. "Hal ini terlihat jelas, di mana para peserta membaca dengan seni dan suara yang merdu, menghafal, memahami, menulis dan menyampaikan syarahannya. Maka bentuk interaksi ini perlu dikembangkan terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya," kata Taqwallah.
Layaknya sebuah kompetisi, lanjut Taqwallah, MTQ tersebut telah melahirkan sejumlah peserta dengan perolehan nilai yang berbeda-beda.
"Oleh karena itu kami berharap kepada seluruh peserta, terutama bagi para juara, agar tidak lekas berpuas diri. Karena akan banyak lagi tantangan ke depan, terlebih dalam menghadapi event MTQ tingkat nasional dan internasional," ujarnya.
Begitu pula bagi peserta yang belum berhasil, diharapkan tidak kehilangan semangat dan berkecil hati. Mereka diminta menjadikan penyelenggaraan MTQ itu sebagai ajang refleksi, evaluasi dan terus meningkatkan kemampuan, serta terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Taqwallah juga menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan kafilah, pelatih, pembimbing dan ofisial, atas kerja kerasnya dalam rangka mengajarkan dan memberikan bimbingan dan motivasi kepada seluruh peserta.
"Khusus kepada panitia pelaksana, terutama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, LPTQ, Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait, tokoh agama, tokoh adat dan semua pihak yang telah mendukung dan memberikan kontribusi serta memfasilitasi pelaksanaan MTQ ke-35 ini, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi, atas dedikasi yang terbaik dalam menyukseskan event ini, semoga semua ini menjadi catatan amal saleh dan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah," ujar Taqwallah.
Acara penutupan MTQ tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian; Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami; Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar; serta kafilah dari kabupaten/kota se-Aceh. []
