Pasien Positif COVID-19 di Aceh yang Meninggal Bertambah 5 Jadi 98 Orang

Jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di Aceh masih terus bertambah. Pada hari ini, Senin (14/9), ada penambahan 5 orang yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.
"Positif COVID-19 di Aceh bertambah sebanyak 153 kasus, 5 meninggal dunia. Secara akumulatif pasien positif corona telah mencapai 2.891 kasus, sementara yang meninggal dunia menjadi 98 orang," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), dalam keterangannya, Senin malam.
Lima pasien COVID-19 yang meninggal dunia di Aceh pada hari ini, sebut SAG, 2 orang di antaranya warga Aceh Tenggara, 1 warga Bireuen, 1 warga Nagan Raya, dan 1 warga Banda Aceh.
Sementara sehari sebelumnya, dalam keterangan tertulis SAG menyebut, pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia di Aceh sebanyak 4 orang. Masing-masingnya warga Aceh Besar, Aceh Tamiang, Banda Aceh dan Lhokseumawe.
Catatan acehkini, jumlah kasus kematian harian akibat COVID-19 di Aceh sejak kasus positif pertama dilaporkan pada 26 Maret lalu, tercatat sebanyak 8 orang yang terjadi dua hari berturut-turut. Yaitu pada 28 Agustus dan 29 Agustus 2020.
Adapun 153 kasus baru yang bertambah hari ini, sebut SAG, tersebar di 16 kabupaten/kota di Aceh. Terdiri dari Banda Aceh 74 kasus, Aceh Besar 38 kasus, Aceh Barat 5 kasus, Pidie 5 kasus, Aceh Timur 4 kasus, Aceh Selatan 3 kasus, Aceh Tengah 2 kasus, Langsa 2 kasus, dan Subulussalam 2 kasus.
Selanjutnya Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Pidie Jaya, dan Lhokseumawe masing-masing 1 kasus. Sisa 11 kasus lainnya warga luar daerah Aceh.
Adapun pasien COVID-19 yang sembuh masih 700 orang. Tidak ada laporan penambahan pasien yang sembuh sudah 11 hari. Terakhir dilaporkan pada 3 September sebanyak 85 orang sembuh.
Hingga hari ini, tercatat ada 2.093 kasus aktif COVID-19 di Aceh. Mereka dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan dan juga banyak yang isolasi mandiri karena berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
1 Juta Warga Aceh Kelompok Rawan Jika Tak Dilindungi
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Safrizal Rahman, mengatakan perkembangan pandemi virus corona di Aceh kian hari semakin mengkhawarikan. Hal yang paling dikhawatirkan IDI ialah ada sekitar satu juta lebih penduduk Aceh yang menjadi kelompok rawan apabila terpapar COVID-19. Mereka adalah warga yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.
“Kelompok ini adalah orang-orang yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta, apbila terkena COVID-19 bisa berakibat fatal, ini harus kita lindungi,” kata Safrizal dalam konferensi pers virtual bersama awak media di Banda Aceh, Rabu (9/9).
Karena itu, Safrizal menyebutkan, Aceh harus segera melahirkan langkah-langkah konkret seperti melakukan tes secara masif dengan metode standar yaitu swab PCR. Meski, secara konsekuensi akan menemukan banyak kasus positif corona lainnya di tengah masyarakat.
“Pemerintah harus melakukan upaya terstruktur dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk di dalamnya para tokoh, ulama, dan universitas, dalam melawan corona dengan strategi yang jelas dan terukur. Upaya ini harus meliputi promotif, preventif di hulu, dan kuratif di hilir secara seimbang. Komponen ini harus dijalankan secara bersamaan,” tuturnya.
