Pengakuan Ustaz Abdullah Akib Usai Rumahnya Dilempar Molotov
ยทwaktu baca 2 menit

Rumah Ustaz Youran Akib Setiawan, pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur'an Majelis Belajar Iqra (MBI) di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, dilempar sesuatu yang diduga bom molotov, Selasa (17/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Kasus tersebut kini dalam penanganan kepolisian.
Ustaz yang kerap disapa Abdullah Akib itu mengaku saat kejadian dirinya sedang tak berada di rumah. Namun sebab musabab pelemparan benda diduga bom molotov itu terjadi masih menjadi tanda tanya.
"Kalau soal itu saya tidak tahu kenapa, pastinya saat kejadian saya sedang tidak di rumah, ada akikah anak di tempat lain. Kata mereka yang di sini, saat dilempar ada api besar yang terlihat sesudah dilempar bom," ujar Ustaz Akib saat diwawancara wartawan.
Ia menjelaskan, saat kejadian anak dan istrinya sedang berada di dalam rumah. Mereka pun langsung keluar usai suara ledakan terjadi.
"Kita laki-laki biasa dengar gitu, tapi kalau orang rumah istri ataupun anak takut. Tapi alhamdulillah anak dan istri tidak mengalami trauma, malah mereka keluar melihat. Ada apa kok api besar kali, langsung panggil adik santri untuk padamkan api," ujarnya.
Ustaz Akib sendiri merupakan salah satu imam masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh. Sehingga sejumlah pihak heran atas kejadian yang menimpa rumah salah satu pendiri pondok pesantren Tahfiz Al-Qur'an tersebut.
"Yang dilempar kurang tahu juga, ada yang bilang bom molotov tapi nggak tahu juga. Tapi apinya memang besar pas dilempar. Selama ini nggak ada teror," sebutnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap polisi bisa segera menangkap pelakunya. "Mudah-mudahan cepat terungkap dan yang lempar ini mendapat hidayah," ujar Ustaz Abdullah Akib.
