Konten Media Partner

Penjualan Hewan Kurban di Aceh Barat Turun Imbas PMK

ACEHKINIverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ternak kerbau di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, Jumat (1/7/2022). Foto: Siti Aisyah/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Ternak kerbau di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, Jumat (1/7/2022). Foto: Siti Aisyah/acehkini

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memengaruhi penjualan hewan kurban di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Menjelang Idul Adha 1443 Hijriah/2022, penjualan hewan kurban di Aceh Barat mengalami penurunan hingga 30 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Seperti dialami peternak sapi dan kerbau di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat. Biasanya menyambut Idul Adha atau Hari Raya Qurban bisa terjual hingga 200 ekor, namun kini berkurang lantaran diakibatkan dampak dari PMK di tengah lemahnya ekonomi masyarakat.

"Kalau permintaan menurun 30 persen dari sebelumnya. Ekonomi rakyat sekarang kurang kan, PMK pun iya juga. Memang jauh omzet kita berkurang,” kata Salman, salah seorang peternak, Jumat (1/7).

Sejumlah ternak sapi di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, Jumat (1/7/2022). Foto: Siti Aisyah/acehkini

Salman menjelaskan, selama ada wabah PMK hewan ternak miliknya kini kerap diberikan tambahan makanan, bahkan obat herbal juga disajikan rutin agar sapi dan kerbau yang dikandangkan tidak mudah terpapar penyakit menular.

Para peternak juga rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan kandang, agar tidak mudah bagi penyakit untuk berkembang biak dan menyerang hewan, apalagi sampai menyebabkan kematian pada hewan.

"Kondisi ternak sekarang cukup layak untuk diperjual, kalau untuk pakannya alhamdulillah masih mudah untuk didapat. Kita juga memberi makanan tambahan seperti konsentrat dan pokok pisang agar perut hewan ternak dingin," sebutnya.

kumparan post embed

Salman menambahkan, harga jual saat ini masih cukup normal. Untuk ternak jenis sapi mulai dari harga Rp 10 juta hingga Rp 45 juta.

Menurutnya, harga tersebut juga tergantung jenis sapinya, seperti jenis sapi lokal dan sapi bali. Begitu pula dengan ternak jenis kerbau, mulai dari harga Rp 15 juta hingga Rp 25 juta.

"Kalau peminat saat ini, banyak pada sapi dan kerbau lokal," ujar Salman.

kumparan post embed