Peringatan 17 Tahun Damai Aceh Besok, Ada Bagi-bagi Lahan Untuk Eks Kombatan GAM
ยทwaktu baca 2 menit

Peringatan 17 tahun damai Aceh bakal dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh, Senin (15/8) pagi. Sejumlah agenda dilakukan, misalnya, pembagian lahan/tanah bagi eks kombatan dan santunan anak yatim.
Hari damai Aceh diperingati saban tahun setelah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Indonesia sepakat berdamai di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005. Kesepakatan itu mengakhiri perang di Aceh sejak 1976 dan melahirkan MoU Helsinki yang memberi kekhususan dan keistimewaan Aceh.
Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Azhari Cagee, mengatakan, besok ada penyerahan tanah bagi 1.400 eks kombatan GAM di tiga kabupaten yang telah menyiapkan sertifikat tanah: Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Besar.
"Jumlahnya 2.800 hektare, per orang 2 hektare jadi ada 1.400 orang, tapi [besok] diserahkan secara simbolis," ujar Azhari, Ahad (14/8).
Agenda berikutnya memberikan santunan 300 anak yatim. Menurut Azhari, uang tersebut telah ditransfer ke rekening tiap-tiap penerima. Namun besok akan diserahkan simbolis kepada 17 anak yatim.
Azhari menuturkan tamu dari Jakarta yang bakal hadir adalah Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni dan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri.
Di Aceh, Azhari mengaku mengundang semua pihak dari eks kombatan GAM hingga pejabat pemerintah di seluruh kabupaten dan kota. Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf dan Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar juga akan hadir.
Malik adalah mantan Perdana Menteri GAM yang menjadi penanda tangan dari pihak GAM saat kesepakatan damai di Helsinki.
Mewujudkan Butir Kesepakatan Damai
Peringatan 17 tahun damai Aceh mengangkat tema Optimalisasi Butir-Butir MoU Helsinki Demi Percepatan Pembangunan Aceh. Menurut Azhari, tema itu bermakna komitmen perdamaian diharapkan benar-benar dijalankan dan diimplementasikan semua pihak agar cita-cita masyarakat Aceh terwujud.
"Terutama kalau BRA adalah apa yang diharapkan oleh eks kombatan, tapol/napol (tahanan dan narapidana politik), dan masyarakat korban konflik benar-benar direalisasikan," ujarnya. []
Laporan tentang konflik antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terhimpun dalam topik berikut: Kilas Balik Konflik Aceh.
