Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Aceh Sediakan Traktor dan Bantuan Benih Padi

Pemerintah Aceh menyediakan beberapa unit traktor dan bantuan benih padi untuk penanaman pada musim gadu di lahan seluas 5.500 hektare di Kabupaten Aceh Besar. Program tersebut dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19, juga sebagai bentuk dukungan Pemerintah Aceh kepada pemerintah daerah setempat.
"Penanaman padi pada musim gadu ini dilakukan untuk menghadapi masa pandemi COVID-19, harapannya kita juga bisa menjadi penyedia pangan dalam menghadapi krisis pangan global yang diperkirakan WHO," ujar Kepala Dinas Pertanian Aceh, A Hanan, pada kegiatan penanaman padi perdana pada musim tanam gadu di lahan Shelter Galaxy Lanud SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (10/6).
Hanan mengatakan tahun 2020 ini Pemerintah Aceh juga melaksanakan program peningkatan indeks pertanaman padi tiga kali setahun atau lebih dikenal program IP-300, di sejumlah kabupaten. Program tersebut, dilaksanakan di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Barat Daya, dan Pidie Jaya.
"Totalnya seluas 1.600 hektare sawah yang kita laksanakan program IP-300 dari masing-masing kabupaten tersebut," sebutnya dalam keterangan tertulis.
Ia menyebut, ke depannya seluas 20 ribu hektare sawah akan digratiskan biaya pengolahan tanahnya oleh Pemerintah Aceh. Selain biaya olah tanah, kata Hanan, pemerintah juga akan membantu benih dan pupuk.
"Hal ini kita lakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi ini. Gratis olah tanah adalah upaya pemerintah provinsi untuk menggerakkan penanaman lebih cepat," ujar Hanan.
Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kodim 0101/BS untuk menyukseskan penanaman padi masyarakat pada musim tanam gadu di lahan seluas 5.500 hektare tersebut.
"Kita menjalin MoU dengan Kodim. Nantinya pihak Kodim akan membajak sawah masyarakat. Artinya, biaya bajak sawah masyarakat kita gratiskan," kata Mawardi.
Selain itu, kata Mawardi, pada tahun ini pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Aceh untuk menyukseskan program IP-300 pada persawahan di Aceh Besar dengan luas 500 hektare.
Mawardi menyebut program tersebut dilakukan guna mengantisipasi krisis pangan di masa pandemi COVID-19. Ia berharap, program itu dapat berhasil. Sehingga kabupaten tersebut juga bisa kembali menghasilkan surplus produksi gabah.
"Jika sewaktu-waktu terjadi krisis pangan, tentu kita Aceh Besar dan sekitarnya sudah siap dengan ketahanan pangan," ujarnya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang telah menjalin kerja sama dengan Kodim 0101/BS dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian.
Dadek mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung program kerja sama tersebut. Ia berharap, kerja sama dari semua elemen dapat mewujudkan status Aceh sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
"Keterlibatan TNI dalam kerja sama ini kita harapkan mampu meningkatkan semangat warga dalam mengelola lahan tanam padi, jagung dan tanaman pangan lainnya di lahan
pertaniannya. Sehingga Aceh Besar bisa menjadi penyangga kebutuhan pangan di tengah pandemi COVID-19 yang masih mengancam wilayah kita," kata Dadek.
