Konten Media Partner

Pertama di Aceh, 4 Tenaga Medis RSUDZA Terpapar COVID-19

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis di RSUDZA Banda Aceh yang menangani pasien COVID-19. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis di RSUDZA Banda Aceh yang menangani pasien COVID-19. Foto: Suparta/acehkini

Sebanyak 4 perawat atau tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Zainoel Abidin (RSUDZA), dinyatakan terpapar virus corona atau COVID-19. Mereka selama ini bertugas di Respiratory Intensive Care Unit (RICU), ruang khusus untuk penanganan pasien COVID-19.

“Iya benar sebanyak 4 orang perawat kita yang positif,” kata DR dr Azharuddin, Direktur RSUDZA Banda Aceh saat dihubungi acehkini, Minggu (21/6).

Mereka diduga terpapar virus corona dari almarhum Suk (63 tahun) pasien COVID-19 yang telah meninggal dunia di rumah sakit tersebut pada Rabu (17/6) lalu. Suk adalah pria asal Sumatera Utara yang pergi ke Aceh untuk menjenguk anaknya. Sebelumnya, Suk sempat dirawat di RS Pertamedika, Banda Aceh.

Direktur RSUDZA Banda Aceh, Azharuddin. Foto: Suparta/acehkini

Saat ini, tenaga medis RSUDZA yang positif COVID-19 sedang mendapat perawatan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan swab terhadap mereka, dikeluarkan hari ini oleh Balitbangkes Aceh bersamaan dengan 6 kasus positif COVID-19 lainnya.

Dengan penambahan ini, total kasus COVID-19 di Aceh menjadi 49 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang sembuh, 2 meninggal dunia, dan sisanya menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan COVID-19.

kumparan post embed

Sebelumnya, 27 tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat serta sopir di dua rumah sakit di Banda Aceh menjalani uji swab yang kedua kalinya, Kamis (18/6). Pemeriksaan berbasis reaksi berantai polimerase itu dilakukan setelah mereka berkontak langsung dengan Suk (63), pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia pada Rabu (17/6) lalu.

Para tenaga medis yang dilakukan tracing tersebut di antaranya 17 orang di RS Pertamedika, dan 10 orang di RSUDZA Banda Aceh. Mereka dilakukan uji swab karena telah berkontak langsung dengan Suk yang meninggal dunia dalam penanganan medis di RSUDZA, dan sudah dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

kumparan post embed