27 Tenaga Medis yang Kontak dengan Pasien Corona Meninggal di Aceh Diuji Swab

Sebanyak 27 tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat serta sopir di dua rumah sakit di Banda Aceh menjalani uji swab COVID-19 yang kedua kalinya, Kamis (18/6). Pemeriksaan berbasis reaksi berantai polimerase itu dilakukan setelah mereka berkontak langsung dengan satu pasien positif corona di Aceh yang meninggal dunia pada Rabu (17/6) kemarin.
Pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia tersebut ialah warga Brandan Barat Sumatera Utara berinisial Suk (63). Ia meninggal dunia dalam penanganan Tim Medis Respiratory Intensive Care Unit (RICU) RSUDZA Banda Aceh pada Rabu (17/6/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Jenazah almarhum telah dimakamkan sesuai dengan ptorokol kesehatan COVID-19.
"Hari ini tenaga medis yang berkontak langsung dengan pasien tersebut, menjalani tes swab yang kedua," ujar Koordinator Pelayanan Tim Penyakit Infeksi Emerging COVID-19 di RSUDZA Banda Aceh, dr Novina Rahmawati, Kamis (18/6).
Novina mengatakan, sejak menemukan kasus positif terinfeksi virus corona tersebut di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin, pihaknya langsung melakukan pelacakan atau tracing bagi tenaga medis yang telah terkontak dengan pasien.
"Pasien tersebut merupakan rujukan dari Rumah Sakit Pertamadika, sehingga kami tracing ke Pertamedika. Di sana terdapat sejumlah tenaga medis yang terkontak, sebanyak 17 orang," ujarnya.
Ia menjelaskan, ke-17 orang yang berkontak langsung dengan pasien positif COVID-19 tersebut terdiri dari 7 dokter, 8 perawat, 1 orang transporter dan 1 sopir.
Selain di RS Pertamedika, sambung Novina, pihaknya juga melakukan tracing berupa uji swab terhadap petugas medis RICU RSUDZA Banda Aceh yang telah berkontak langsung dengan pasien positif COVID-19 tersebut.
"Di RICU yang sudah merawat pasien positif dan pasien tersebut sdh meninggal dunia, kita melakukan swab terhadap 8 tenaga medis dan 2 orang dokter residen kita," sebutnya.
Lebih lanjut, Novina menyampaikan, ke-27 orang yang dilakukan uji swab karena berkontak dengan pasien positif COVID-19 telah meninggal dunia tersebut, untuk saat ini diistirahatkan dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Sementara menunggu hasil swab keluar, mereka kita istirahatkan. Isolasi di rumah dulu, sampai hasil swab keluar. Mungkin keluar hasilnya nanti sore untuk tes swab yang pertama. Sehingga kita bisa mengambil keputusan yg berikutnya," ujar Novina.
Hingga saat ini, jumlah positif terinfeksi virus corona di Aceh secara akumulatif bertambah menjadi 37 kasus. Dari jumlah itu ada sebanyak 2 pasien meninggal dunia, dan 20 lainnya dinyatakan sembuh. Saat ini tersisa 15 pasien yang masih dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 kabupaten/kota.
