Konten Media Partner

Puluhan Personel TNI Bersihkan Gedung Lama RSUDZA untuk Ruang Rawat COVID-19

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Membersihkan sejumlah ruangan di gedung RSUDZA lama. Foto: Humas Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Membersihkan sejumlah ruangan di gedung RSUDZA lama. Foto: Humas Aceh

Menyiapkan ruangan tambahan untuk pasien dan mencegah penyebaran COVID-19 di Aceh, Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Hassanuddin, menerjunkan 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) berkekuatan 67 personel, membantu pembersihan beberapa gedung, di kompleks lama Rumah Sakit Umum Dr Zainoel Abidin (RSUDZA) lama.

Operasi pembersihan dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Kasdam IM, Kolonel Inf Dwi Sasongko didampingi Dandim 0101/BS, Letkol Inf Abduk Razak Rangkuti, dimulai Minggu (2/8/2020).

“Sesuai dengan perintah Kasad, bahwa setiap Kodam harus mempersiapkan satuan COVID-19. Ini di luar operasi rutin sebagai bentuk dukungan kepada Satgas COVID-19. Setiap satuan tempur harus mempersiapkan 1 SSK personel. Hari ini, Pangdam menginstruksikan kami untuk membantu membersihkan beberapa gedung di kompleks RSUDZA,” ujar Dwi Sasongko.

Ass Ops Kasdam IM menjelaskan, prajurit yang hari ini diterjunkan adalah unit Raider 112. Kodam IM, sambung Dwi Sasongko, memiliki 11 SSK dan 15 Satuan Setingkat Peleton (SSP) yang masing-masing berjumlah 30 personel.

Menurutnya, saat ini kondisi Aceh mengalami kenaikan eskalasi jumlah pasien. Jadi TNI merespon dan mendorong seluruh pemangku kebijakan terkait apa saja yang bisa dilakukan. “Peningkatan jumlah pasien harus didukung peningkatan jumlah kamar. Sebanyak 13 RS Rujukan COVID-19 di Aceh, tentu harus merespon segera. Sebagai pusat rujukan, maka RSUDZA menjadi fokus utama kita,” sambungnya.

kumparan post embed

Dalam kesempatan tersebut, Ass Ops Kasdam IM mengimbau seluruh elemen masyarakat, agar turut serta dalam upaya penanganan Covid-19 sesuai dengan kemampuan dan tugas serta fungsi masing-masing.

Dia juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan pentingnya upaya pencegahan virus Corona. “COVID-19 bukan lagi ancaman potensial tetapi merupakan ancaman nyata. Untuk itu, dibutuhkan upaya bersama yang melibatkan semua pihak,” kata Dwi.

Dalam kegiatan pembersihan, personel Kodam IM bekerja mengeluarkan tumpukan barang bekas, yang terdapat di setiap ruangan. Mulai dari lemari bekas, meja, tempat tidur dan berbagai peralatan medis lainnya dipindahkan satu persatu. Sejumlah ruangan di sana akan disiapkan untuk ruang rawat baru.

Pejabat TNI dan Pemerintah Aceh meninjau pembersihan RSUDZA.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Bukhari, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan personil Kodam IM pada upaya pembersihan ruang di Kompleks RSUDZA lama yang akan dipersiapkan sebagai ruang rawatan pasien Covid-19.

Direktur RSUDZA Banda Aceh, Azharuddin menjelaskan, kegiatan bersih-beraih hari ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam upaya melengkapi fasilitas untuk penanganan COVID-19. Hal ini dilakukan karena peningkatan eskalasi kasus, dan ruang perawatan khusus pasien terkait COVID-19 sudah penuh.

“Jadi, sejak beberapa waktu lalu Pemerintah Aceh telah mempersiapkan ruang perawatan tambahan, untuk mengantisipasi jika terjadi penambahan pasien. Jadi, tidak ada kata mundur, kita tetap siap,” ujar Azhar.

Azhar menambahkan, hari ini ada beberapa ruang yang dibesihkan, yaitu ruang penyakit dalam pria, Instalasi rehabilitasi medik, ruang kardiologi dan Ruang jeumpa 4.

“Jika telah selesai, maka akan ada 100 tempat tidur tambahan untuk penanganan pasien COVID-19. Sesuai instruksi Pak Sekda, setiap gedung yang dibenahi hari ini harus bersih dan bebas debu, agar bisa segera diisi dengan fasilitas pendukung, sehingga setiap ruangan bisa segera menerima pasien,” tutupnya. []

kumparan post embed