Tempat Penampungan Baru 114 Pengungsi Rohingya di Aceh Tanpa Fasilitas Layak
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 114 pengungsi Rohingya meninggalkan tenda darurat di Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka, Bireuen, Aceh. Mereka kini menempati gedung serbaguna di kantor kecamatan Jangka. Namun, lokasi itu tidak memiliki fasilitas yang layak.
Camat Jangka, Alfian, mengatakan gedung serbaguna itu hanya menjadi tempat penampungan sementara setelah para pengungsi Rohingya itu meninggalkan Desa Alue Buya Pasi. Dia mengakui gedung itu tidak memiliki fasilitas memadai.
"Kamar mandi di sana juga tidak ada, jadi saya sampaikan ke IOM dan UNHCR, mereka katakan bisa," kata Alfian, Senin (21/3).
Menurut Alfian, pengungsi Rohingya sudah mulai tinggal di gedung serbaguna itu sejak pukul 14.00 WIB, Ahad (20/3). Tadi malam, ada rencana pemindahan pengungsi Rohingya itu ke Pekanbaru, Riau.
"Pemerintah daerah sudah menyiapkan bus dan sudah diisi bahan bakar minyak. Ternyata di sana mungkin belum siap sehingga ditunda," tuturnya.
Alfian menambahkan, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) telah membuat tempat penampungan air bersih di gedung serbaguna itu. Mereka juga memesan air bersih untuk dibawa ke sana.
Sebanyak 114 pengungsi Rohingya meninggalkan tenda darurat yang dijadikan tempat penampungan sementara di Desa Alue Buya Pasi karena diduga marah kepada warga sekitar.
Keuchik–kepala desa– Alue Buya Pasi, Muslem, mengatakan duduk perkara itu berawal pada Sabtu (19/3) malam, ada tiga pengungsi Rohingya kabur. Warga setempat kemudian mencari mereka sehingga menemukannya.
"Saat ditemukan, diduga ada seorang pengungsi Rohingya dipukuli warga. Karena pemukulan itu, pengungsi Rohingya yang lain marah," kata Muslem, Senin (21/3).
114 pengungsi Rohingya yang terusir dari negaranya, Myanmar, terdampar di pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Aceh, Ahad (6/3) dini hari. Ketika ditemukan nelayan setempat, para pengungsi Rohingya itu sudah turun ke darat. Mereka lalu dievakuasi ke Desa Alue Buya Pasi. []
