Konten Media Partner

Update Corona di Aceh: 7 Positif, ODP dan PDP Terus Bertambah

ACEHKINIverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan di Aceh melakukan rapid test COVID-19 dengan mengambil sampel darah. Foto: Abdul Hadi/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan di Aceh melakukan rapid test COVID-19 dengan mengambil sampel darah. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona atau COVID-19 di Aceh terus bertambah dari hari ke hari. Hingga Rabu (22/4) pukul 15.00 WIB, jumlah ODP mencapai 1.671 orang dan PDP kini menjadi 67 kasus.

Sedangkan kasus positif COVID-19 di Aceh hingga saat ini berjumlah 7 orang. Namun, hanya 2 orang yang saat ini masih dalam penanganan medis di rumah sakit. Sementara 4 di antaranya telah sembuh dan 1 lainnya meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, mengatakan jumlah ODP per Rabu (22/4) bertambah 39 kasus. Angka tersebut berdasarkan akumulasi kasus yang yang dilaporkan oleh Gugus Tugas COVID-19 dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Update data COVID-19 Aceh per Rabu, 22 April 2020, pukul 15.00 WIB di laman Dinkes Aceh.

"Hingga pukul 15.00 WIB sore ini, jumlah ODP di Aceh sebanyak 1.671 kasus. Terjadi penambahan sebanyak 39 kasus jika dibandingkan dengan kemarin," ujar SAG dalam keterangannya.

Dari jumlah tersebut, kata SAG, sebanyak 1.422 ODP telah selesai proses pemantauan. Sedangkan 249 lainnya masih dalam pemantauan petugas kesehatan.

"Sementara jumlah PDP bertambah 4 menjadi 67 kasus hingga saat ini. Dari jumlah itu, tinggal 3 pasien yang masih dirawat di rumah sakit rujukan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sedangkan 63 PDP lainnya telah diperbolehkan pulang dan 1 orang meninggal pada Maret lalu," sebut SAG.

Lebih lanjut, ia menyebut untuk jumlah kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Aceh hingga saat ini masih 7 orang. "Yakni 2 orang dalam penanganan medis, 4 orang telah sembuh dan 1 orang meninggal dunia," kata dia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG. Dok. Humas Aceh

SAG menambahkan, selain ODP dan PDP yang terus bertambah di Aceh, di tengah-tengah masyarakat mungkin juga ada Orang Tanpa Gejala (OTG). "Karena itu kita semua lebih waspada, tidak panik, dan jalankan protokol pencegahan penularan virus Corona atau COVID-19," ujarnya.

Di antaranya, warga diminta untuk selalu masker bila terpaksa harus keluar rumah. Kepada warga juga diajak untuk menghindari keramaian dengan tetap di rumah saja, dan menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik. []