Wakil Dubes Rusia Jumpai Ketua DPR Aceh: Bahas Mahasiswa, Harimau sampai Islam
·waktu baca 3 menit

Wakil Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Veronika Novoseltseva dalam kunjungannya ke Aceh, berkesempatan bertemu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Saiful Bahri, untuk membahas sejumlah peluang kerja sama, Senin (22/8/2022).
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPR Aceh, ikut dihadiri sejumlah anggota DPR Aceh, staf Wali Nanggroe Aceh, DR Mohammad Raviq, dan Sekjen Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar.
Dalam pertemuan tersebut, Veronika menyampaikan rasa takjub dengan kondisi alam Aceh yang memiliki hutan, pegunungan, laut dan danau yang indah. Banyak hal yang disampaikan Veronika, antara lain mengundang putra-putri di Aceh agar memanfaatkan peluang beasiswa yang disediakan untuk Indonesia.
"Ada 261 beasiswa yang diberikan Rusia untuk Indonesia, dan kami mengundang pemuda pemudi Aceh untuk mengambil program beasiswa dari Rusia," katanya.
Di sisi lain, kata Veronika, saat ini Rusia sedang fokus dalam hal penyelamatan satwa liar yang mulai langka di dunia, seperti harimau. Dia menyebutkan, sama halnya seperti Aceh, Rusia juga memiliki harimau langka yang nyaris punah di wilayah Amur.
Namun setelah adanya perhatian khusus dari Presiden Vladimir Putin, populasi Harimau Amur atau Harimau Siberia akhirnya berhasil ditingkatkan. Kondisi ini menurut Veronika, sama seperti yang sedang dihadapi Aceh dengan menurunnya populasi Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera dan juga orang utan. Dia berharap Rusia bersama Aceh dapat bekerja sama dalam isu terhadap perlindungan satwa liar ini karena memiliki kesamaan.
Veronika juga memaparkan adanya wilayah-wilayah tertentu di Russia yang memiliki penduduk mayoritas Muslim, seperti Tatarstan dan Chechnya, sama halnya seperti Aceh. Dengan adanya kesamaan itu, dia berharap Aceh dapat melakukan kerja sama dengan Rusia.
Veronika menilai Aceh sangat toleran dengan pihak luar meskipun mayoritas berpenduduk Muslim. Ini berbeda dengan pemberitaan yang kerap dibacanya di media. "Apa yang saya lihat di sini sedikit berbeda, terutama dengan apa yang saya baca. Di Aceh sangat toleran, banyak masjid, saya akan memberikan informasi kepada turis-turis Rusia untuk datang ke Aceh dan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kehidupan di Aceh. Saya akan menyampaikan hal ini supaya mereka dapat melihat langsung ke Aceh," katanya.
Rusia sejak dulu memiliki hubungan baik dengan Aceh. "Dulu kapal-kapal dari Rusia sering lewat dari perairan Selat Malaka," kisah Veronika.
Hubungan antara Rusia dengan Aceh bahkan dapat dibuktikan dengan keberadaan satu makam pelaut negeri Putin itu di Sabang. Makam perwira angkatan laut Rusia itu hingga kini bahkan dirawat dengan baik.
Rusia juga menaruh perhatian besar dengan peristiwa tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Negara itu turut mengirimkan alat-alat medis dan juga tim kesehatan untuk membantu merawat korban gempa tsunami di Aceh. "Alat-alat medis itu bahkan ditinggal untuk Aceh, hanya pekerjanya yang kembali ke Rusia," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri menyambut baik atas kunjungan pihak kedutaan besar Rusia. Dia berharap Aceh dapat memanfaatkan peluang kerja sama yang dibuka Rusia seperti pertukaran pelajar dan hal lainnya. "Kita sangat mengapresiasi kunjungan ini,” katanya.
Sebelumnya, Veronika juga telah bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar. Kedatangannya ke Aceh merupakan kunjungan balasan, karena pada 27 Juli 2022, Wali Nanggroe juga berkunjung ke Kedubes Federasi Rusia di Jakarta, dalam rangka menjajaki hubungan kerja sama. []
