Konten dari Pengguna

Mencicipi dan Menapak Jejak Tradisi Masakan Lamongan

Agus  Buchori

Agus Buchori

Saya seorang arsiparis di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan yang suka menulis. Tinggal di pesisir utara Lamongan tepatnya di Desa Paciran, Kecamatan Paciran , Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agus Buchori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Koleksi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi Pribadi

Sebuah kota pasti punya ciri khas tertentu karena latar belakang sejarah atau kekayaan budayanya. Surabaya, sebagai Kota Pahlawan, karena sejarah heroik arek-arek Surabaya kala menghadapi sekutu. Ponorogo sebagai Kota Reog karena di sanalah seni pertunjukan Reog berasal. Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan karena banyaknya lembaga pendidikan di sana.

Lamongan tak terkecuali, sebuah kota kecil yang identik dengan Soto, hingga menjadi salah satu varian rasa mie instan. Soto, makanan berkuah yang cukup menggugah selera bagi lidah Indonesia. Nah lebih khasnya lagi karena Soto Lamongan mempunyai tambahan Koya yaitu serbuk dari kerupuk udang dan bawang putih yang ditaburkan kala Soto dihidangkan.

Latar belakang sebuah masakan diulas begitu detail mulai dari bahan bahan hingga dari kampung atau desa mana masakan tersebut berasal. Seperti halnya Kampung Soto, adalah sebuah daerah di Lamongan yang kebanyakan warganya adalah penjual soto. Dan bukan hanya itu, ternyata ada sejarah tersendiri mengapa mereka bisa mewarisi resep itu secara turun temurun sejak era Sunan Giri. (hal 12)

Aneka makan khas Lamongan yang disajikan di buku ini selain Soto Lamongan juga ada Nasi Boran. Makanan berkuah kental dengan lauk ikan dari produk perikanan darat, seperti, Bandeng, Sili, Mujair dan ikan Gabus. Karena nasinya ditempatkan pada wadah anyaman bambu berbentuk lingkaran dan berkaki empat yang disebut Boran maka makanan ini disebut Nasi Boran.

Sebagaimana Soto Lamongan, Nasi Boran ini juga diberikan latar belakang sejarah kampung mana yang menjadi awal mulanya menu Nasi Boran atau Sega Boranan ini oleh dua penulis yang juga pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Lamongan.

Sebenarnya kekayaan kuliner di Lamongan bukan hanya Soto, tetapi banyak varian yang ternyata khas dan hanya dapat ditemui di Lamongan. Selain Soto Lamongan dan Nasi Boran, ada juga Tahu Campur, Nasi Muduk, Pecel Lele dan rujak Paciran.

Selain makanan kedua penulis juga menghidangkan jenis minuman khas daerah Lamongan. Salah satunya adalah Dawet Batil. Minuman dari santan kelapa yang diisi dengan Batil yaitu kue seperti apem tapi pembuatanya dikukus bukan dipanggang. Dan inilah yang memberikan sensasi kenyal ketika kita menikmati Dawet Batil.(hal. 88-89)

Tentunya pembaca sangat familiar dengan kue yang satu ini, Wingko Babat. Kue yang bahannya dari parutan kelapa dan tepung ketan ini sangat legendaris kala kita melintas di Lamongan karena para pedagang kue asongan selalu membawa jajanan ini kala menawarkan jajanannya. Apalagi kala kita masih mengalami masa-masa kereta api masih memperbolehkan pedagang asongan masuk ke gerbong kala memasuki stasiun Babat dan Lamongan pasti akan terdengan teriakan mereka wingko…..wingko….

Masih ada satu lagi yang khas dari kawasan Pantura Lamongan yaitu Jumbrek, kue dengan kemasan berbentuk terompet dari daun muda pohon Lontar. Dengan rasa manis yang kenyal dari perpaduan tepung beras dan pemanis sadapan pohon lontar serta buah nangka ini akan membuat Anda selalu ingin kembali ke Lamongan Utara tepatnya di Desa paciran.

Buku Jejak Kuliner Lamongan yang ditulis oleh Hufaf Ardana dan Fitri Areta ini mencoba menelisik beberapa kuliner khas Lamongan agar lebih familiar di kalangan para penggemar wisata kuliner di Indonesia. Dan lebih asyiknya lagi dalam buku ini diberikan juga resep beberapa makanan dan minuman tersebut untuk dicoba di rumah. Selamat Memasak.

Judul : Jejak Kuliner Lamongan

Penulis : Hufaf Ardana dan Fitri Areta

Penerbit: Esensi, divisi Penerbit Erlangga

Tahun: 2025

Tebal: X+118 hal.

ISBN : 978-634-7049-42-1