Bayang-Bayang Negatif Era Digital: Kesehatan Mental dan Privasi Terancam
Tulisan dari Dinda Aini Shifa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Era digital telah membawa banyak kemudahan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Dengan adanya internet, media sosial, dan gadget, kita dapat berkomunikasi, belajar, bekerja, dan mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Namun, di balik segala kemajuan dan kemungkinan yang ditawarkan oleh era digital, ada juga bayang-bayang negatif yang mengancam kesehatan mental dan privasi kita. Salah satu dampak negatif era digital adalah gangguan kesehatan mental yang dialami oleh banyak orang, terutama generasi muda. Menurut APA (American Psychological Association), 91 persen anak muda berusia 15-21 tahun merupakan kelompok dengan kondisi kesehatan mental terburuk dibandingkan dengan generasi-generasi lainnya. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain:
a. Tekanan sosial media. Banyak anak muda yang merasa harus tampil sempurna, mengikuti tren, dan mendapatkan pengakuan dari teman-teman mereka di media sosial. Mereka sering membandingkan diri mereka dengan orang lain, yang dapat menimbulkan rasa rendah diri, cemburu, dan tidak bahagia.
b. Cyberbullying atau pelecehan online. Banyak anak muda yang menjadi korban atau pelaku pelecehan online, seperti menghina, mengancam, atau menyebarkan informasi pribadi orang lain di media sosial. Hal ini dapat menyebabkan rasa malu, depresi, trauma, bahkan bunuh diri.
c. Kecanduan internet dan gadget. Banyak anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gadget, baik untuk bermain game, menonton video, atau berselancar di internet. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan antara kehidupan online dan offline, serta mengurangi waktu tidur, olahraga, dan interaksi sosial yang nyata.
Selain kesehatan mental, era digital juga membawa ancaman bagi privasi kita. Dengan adanya internet, kita dapat mengakses dan berbagi informasi dengan mudah, namun kita juga dapat menjadi sasaran dari berbagai bentuk pelanggaran privasi, seperti:
1. Penyadapan data. Banyak pihak yang dapat mengakses, mengumpulkan, dan menganalisis data pribadi kita yang tersimpan di internet, seperti email, pesan, foto, video, lokasi, aktivitas, dan preferensi kita. Data ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, baik yang legal maupun ilegal, seperti pemasaran, penipuan, pemerasan, atau spionase.
2. Pengawasan online. Banyak pihak yang dapat memantau, merekam, dan mengintervensi aktivitas online kita, seperti situs web yang kita kunjungi, konten yang kita lihat, atau komentar yang kita tulis. Hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, organisasi, atau individu yang memiliki kepentingan tertentu terhadap kita.
3. Pembobolan akun. Banyak pihak yang dapat mengambil alih, mengubah, atau menghapus akun media sosial, email, atau layanan online lainnya yang kita miliki. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, seperti phishing, malware, brute force, atau social engineering. Akibatnya, kita dapat kehilangan data, uang, reputasi, atau identitas kita.
Dari penjelasan di atas, dapat kita lihat bahwa era digital memiliki dua sisi yang berbeda: sisi positif yang memberikan kemudahan dan manfaat, dan sisi negatif yang memberikan ancaman dan risiko. Oleh karena itu, kita perlu bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital, serta menjaga kesehatan mental dan privasi kita. Langkah yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita dari segala negatif era digital yaitu:
a. Sebaiknya kita mengatur waktu dan batasan dalam menggunakan internet dan gadget, serta mengalokasikan waktu untuk kegiatan lain yang bermanfaat, seperti belajar, bekerja, berolahraga, beribadah, dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar kita.
b. Kita perlu menyaring informasi yang kita terima dan sampaikan di media sosial, serta menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik, pelecehan, atau penipuan. Kita juga perlu menghargai dan menghormati perbedaan pendapat, pandangan, dan kepercayaan orang lain, serta tidak mudah terpengaruh oleh opini atau tren yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kita.
c. Menjaga keamanan dan kerahasiaan data pribadi kita. Kita perlu menggunakan password yang kuat dan berbeda untuk setiap akun yang kita miliki, serta mengubahnya secara berkala. Kita juga perlu berhati-hati dalam memberikan data pribadi kita kepada pihak lain, serta menghapus atau mengenkripsi data yang sensitif atau penting. Kita juga perlu menggunakan antivirus, firewall, dan VPN untuk melindungi perangkat dan jaringan kita dari serangan siber.
Era digital telah membawa banyak perubahan dan kemajuan dalam kehidupan manusia. Namun, era digital juga membawa bayang-bayang negatif yang mengancam kesehatan mental dan privasi kita. Kita perlu menyadari dan mengantisipasi dampak negatif tersebut, serta melakukan solusi yang tepat untuk menjaga kesehatan mental dan privasi kita. Dengan demikian, kita dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya, tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan privasi kita. Kita dapat menjadi pengguna teknologi digital yang cerdas, kreatif, dan produktif, serta menjadi warga negara digital yang bertanggung jawab, toleran, dan beradab.

