G20: Siap Melanjutkan Tonggak Presidensi Menuju Pemulihan Lebih Kuat dan Merata

Mahasiswa S2: Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Politik Hubungan Internasional, Universitas Indonesia.
Konten dari Pengguna
16 Juli 2022 10:43
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Muhammad Ali Ashhabul Kahfi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT

Recover Together, Recover Stronger

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam High Level Seminar G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7).  Foto: Kemenkeu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam High Level Seminar G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7). Foto: Kemenkeu RI
Indonesia pada tahun 2022 menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20 dan mencatat sejarah sebagai negara berkembang pertama yang menjadi tuan rumah Presidensi G20.
ADVERTISEMENT
Setelah sebelumnya G20 sendiri di selenggarakan di Italia pada tahun 2021. G20 ini sendiri adalah salah satu pertemuan multilateral yang akan saling menghubungkan dari berbagai belahan dunia.
Forum ini bukan hanya menghubungkan negara maju saja tetapi juga menghubungkan berbagai macam negara berkembang di dunia dimana merepresentasikan ekonomi utama dunia yang secara kolektif mewakili sekitar 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global, dan setidaknya 85% perekonomian dunia. Pada presidensi 2022 tema yang diusung oleh Indonesia adalah “Recover Together, Recover Stronger”.
Ada tiga prioritas Indonesia yang akan dibahas pada presidensi G20, yaitu arsitektur kesehatan dunia yang lebih kuat, transformasi digital, dan transmisi energi.
Negara yang tergabung dalam G20 terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa, dan Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.
ADVERTISEMENT
Tujuan G20 sendiri ada tiga tujuan utama yang dibahas, yaitu respons terhadap krisis Global, reformasi lembaga keuangan internasional dan perdagangan internasional, tetapi pada akhirnya tidak berfokus tentang keuangan dan ekonomi.
Para pemimpin dunia juga membahas soal isu non-keuangan, jadi pada saat pertemuan G20 ada dua jalur pembahasan jalur keuangan atau Finance Track, dan jalur Sharepa Track yang membahas isu non keuangan yang juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Dari penjelasan diatas kita bisa mengetahui secara umum apa saja yang kemungkinan akan di bahas dalam G-20 itu sendiri. Kita juga harus menyadari terselenggaranya G20 ini ternyata setelah berbagai macam kejadian internasional.
Pertama tahun 2022 ini menjadi tahun negara-negara mulai memberikan izin peraturan bagi masyarakatnya untuk tidak menggunakan masker di dalam ruangan, saat terjadinya konflik antara Ukraina dan juga Rusia, di sisi lain juga dibahas mengenai dunia investasi yang pada tahun ini merosot dengan tajam dan yang paling parah lagi beberapa negara di dunia ini mengalami kebangkrutan dan akhirnya terjadi inflasi besar-besaran.
ADVERTISEMENT
Sehingga dalam penelitian ini kita akan membahas apa yang akan terjadi pada G20 yang diselenggarakan di Indonesia ini, dengan dilatarbelakangi berbagai macam kejadian yang terjadi di kancah internasional belakangan ini.
Kemungkinan yang Bisa Terjadi Pada G20 di Indonesia
Dengan berbagai macam kejadian yang terjadi di kancah internasional beberapa pengamat isu politik dan ekonomi dunia, meyakini bahwa G20 yang terjadi di Indonesia pada tahun 2022 ini akan banyak memberikan dampak pada kebijakan-kebijakan diseluruh dunia.
Pertama dengan isu mengenai konflik antara Rusia dan Ukraina. Konflik antara kedua negara tersebut bukan hanya berdampak kepada kedua negara tetapi beberapa negara dan bahkan dunia.
Diperkirakan apabila Presiden dari kedua negara tersebut menghadiri G20 di Bali menjadi salah satu ajang konvensi dunia pertama yang bisa menghadirkan Presiden Rusia dan Ukraina.
ADVERTISEMENT
Disisi lain Indonesia pada akhir bulan Juni dan awal Juli yang diwakili secara langsung oleh Presiden Jokowi Dodo telah bertemu dengan Presiden kedua negara, dari beberapa perspektif para pakar politik G20 ini bisa menjadi ajang perdamaian kedua negara setelah konflik yang dialami oleh kedua negara ternyata membuat dampak ekonomi yang cukup signifikan diseluruh dunia.
Di sisi lain dalam G20 ini yang tujuan utamanya yaitu membangun perekonomian dunia yang lebih baik, ternyata di tambah dengan isu-isu perhentian perang antara Ukraina dan Rusia.
Suasana pertemuan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (15/7/2022). Foto: ANTARA FOTO/POOL/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pertemuan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (15/7/2022). Foto: ANTARA FOTO/POOL/Fikri Yusuf

Bahkan pidato pembukaan Menteri Luar Negeri Indonesia yaitu Ibu Retno mengatakan “Dunia saat ini sedang mengalami banyak permasalahan, sehingga membutuhkan kerjasama dari seluruh negara. Dunia masih belum pulih dari isu pandemi, dan saat ini dunia di beratkan dengan isu ekonomi dan perang. Di sisi lain dampak dari kejadian tersebut sangat berdampak kepada negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah” .

ADVERTISEMENT
Kedua kita mengetahui bahwa beberapa tahun belakangan ini Amerika dan Cina seakan-akan berlomba menjadi negara adidaya, dalam pertemuan G20 ini menjadi pertemuaan Menteri Luar Negeri Amerika dan Menteri Luar Negeri China akan membuat pertemuan diantara dua negara tersebut dalam acara G20 tersebut.
Menurut surat kabar internasional pertemuan bilateral kedua negara tersebut menjadi sebuah pertemuan tingkat tinggi dari kedua negara tersebut, hal ini untuk membicarakan kenaikan pajak ekspor impor dari China ke Amerika. Dikarenakan Amerika melakukan hal tersebut untuk menekan tingkat inflasi yang terus menerus meningkat belakangan ini.
Di sisi lain para pakar politik Internasional menganggap bahwa kehadiran dari Rusia saat ini sangat penting dalam G20. Dengan isu yang meningkat belakangan ini, dianggap bahwa tanpa kehadiran dari Rusia tidak akan menyelesaikan konflik yang terjadi belakangan ini di dunia.
ADVERTISEMENT
Sehingga dalam G20 ini bisa dipastikan bahwa Rusia dianggap menjadi actor kunci dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi belakangan ini di seluruh dunia.
Dari penjelasan di atas kita bisa mengetahui tongkat presidensi yang akan diteruskan akan cukup berat, dari mulai membuat konflik yang terjadi saat ini khususnya antara Rus dan Ukraina cepat mereda, setelah itu menekan laju inflasi di dunia yang setiap pekan nya semakin buruk, dan di sisi lain dianggapnya bahwa pandemi saat ini masih belum usai sehingga cukup menjadi tantangan lain bagi para anggota G20.
Diharapkan oleh para pemimpin dunia dengan pertemuan G20 ini cepat bisa menyelesaikan permasalahan dunia, khususnya negara-negara yang terdampak saat ini karena isu-isu di atas.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·