Pendidikan dan Toleransi Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani

Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
12 September 2021 10:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Amelinda Ivana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
https://pixabay.com/images/search/unity%20in%20diversity/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/images/search/unity%20in%20diversity/
ADVERTISEMENT
Apa itu masyarakat madani? masyarakat madani merupakan masyarakat yang sadar akan hak-hak antar sesama warga negara dan melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara, nah dalam masyarakat madani diharapkan yang terbuka, toleran, menghargai hak asasi manusia. Istilah masyarakat madani merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris ‘civil society’. Konsep masyaraka madani mengarah kepada keseimbangan antar individu dengan masyarakat yang ada. Jadi kamu sudah paham kan apa itu masyarakat madani?
ADVERTISEMENT
Nah, pada tanggal 7 Desember 1998 Presiden B. J. Habibie pernah menggalakkan “Tim Nasional Reformasi Menuju Masyarakat Madani” ditengah krisis dalam negeri. Dalam buku 'Kewarganegaraan & Masyarakat Madani' (2019) karya Heri Herdiawanto,dkk. terdapat beberapa karaktersitik masyarakat madani
  1. Kebebasan ruang publik
  2. Demokratis
  3. Toleran
  4. Pluralisme
  5. Keadilan sosial
nah, teman-teman kalau kita cermati pokok-pokok karakteristik masyarakat madani diatas sebenarnya juga tertuang dalam UUD 1945 loh!
Selanjutnya jika kita membicarakan sistem pendidikan dan nilai-nilai dalam masyarakat, dua hal ini telah berkembang pesat saat ini. perkembangan yang terjadi ini didorong oleh semangat reformasi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Teman-teman, saat ini pendidikan dinilai sebagai cara paling strategis dan efektif dalam mewujudkan masyarakat madani dan membentuk generasi yang unggul. Pendidikan sendiri tidak melulu didapatkan dari sekolah loh! Sejatinya kita bisa mendapatkan banyak ilmu di luar sekolah. Tetapi sekolah formal tetap memiliki peran penting nih dalam membentuk generasi. Selain itu sadar gak si? lembaga pendidikan pertama kita adalah keluarga. Sifat dan karakter kita hari ini kemungkinan besar merupakan hasil didikan orang tua dan keluarga kita di masa kecil.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, pendidikan keluarga juga penting dalam mewujudkan masyarakat madani. Pendidikan keluarga biasanya juga tidak jauh dari pendidikan agama nih. Contohnya saat kita lahir, dalam agama Islam bayi baru lahir hendaknya didengarkan adzan oleh ayahnya. Nah, hal tersebut sudah membuktikan bahwa sejak kita lahir, kita sudah diberikan pendidikan, dalam hal ini diajarkan untuk mengenal Tuhan yaitu Allah SWT. Cara orang tua mendidik anaknya memang berbeda-beda, tetapi hendaknya orang tua juga tidak lupa menanamkan konsep ajaran Islam yang baik dan benar, agar tidak terjadi salah konsep nih teman-teman! dan tidak berujung perselisihan dalam masyarakat.
Islam sendiri merupakan suatu agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dari yang paling kecil hingga paling besar, dari paling sederhana hingga paling rumit. Lalu bagaimana sih cara kita menerapkan konsep masyarakat madani sekaligus menaati ajaran Islam? nah, ada beberapa hal disini yang mungkin bisa membuat teman-teman lebih paham,
ADVERTISEMENT
  1. Allah mengajarkan umatnya untuk berlaku adil, tercantum pada ayat sebagai berikut, “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil” (Qs. AlMumtahanah/60:8).
  2. Islam membawa misi perdamaian dan mengajarkan umatnya untuk saling menghargai dan tidak mencela satu sama lain. “Wahai hamba-hambaKu! Sesungguhnya aku mengharamkan ke atas diriKu kezaliman dan Aku jadikannya di kalangan kamu sebagai suatu perkara yang diharamkan, maka janganlah kamu saling zalim menzalimi” (HR Muslim)
  3. Umat Islam diajarkan untuk melaksanakan ma‟ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran), tetapi Allah melalui Al-Qur'an juga menyampaikan bagaimana kita harus bersikap, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS An-Nahl: 125).
  4. Agama Islam mengakui keberadaan agama/ kepercayaan lain dan kebebasan beragama, "dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku." (Al-Kafirun/109:4-6)
  5. Dalam Al-Qur'an umat Islam dilarang memaki sembahan kepercayaan lain, “Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan” (alAn‘am/6:108)
ADVERTISEMENT
Nah, teman-teman dapat dipahami dari beberapa kutipan diatas bahwa Islam tidak mengajarkan hal buruk. Islam bersifat positif dan toleran. Kita hidup di negara dengan berjuta perbedaan dan demi mewujudkan terciptanya masyarakat madani, hendaklah kita saling menghargai perbedaan yang ada, menjunjung keadilan, serta kemanusiaan.
Melihat permasalahan berkaitan toleransi, demokrasi, keadilan di Indonesia akhir-akhir ini, sangat dibutuhkan penanaman nilai-nilai agama yang baik dan benar sejak dini oleh keluarga. Semua agama pada dasarnya pasti mengajarkan kebaikan. Konsep pendidikan Islam sendiri senantiasa terus berkembang dan menghendaki pembaharuan yang disesuaikan dengan irama perkembangan dan kemajuan peradaban serta persoalan yang dihadapi manusia. Oleh karena itu diharapkan dengan pendidikan formal/ non-formal ditambah penanaman nilai-nilai dan konsep-konsep Islam oleh keluarga, kita umat Islam dapat membantu mewujudkan masyarakat madani di Indonesia. Kebenaran hanya milik Allah, mari kita senantiasa berbenah diri dan merenungkan setiap sikap yang kita ambil.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020