Konten dari Pengguna

Budaya Lokal: ICHCAP Video Showcase 2025 Rayakan Warisan Tak Benda di Banyumas

Aldy Daffa

Aldy Daffa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aldy Daffa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Seluruh Peserta. Sumber: Data Pribadi Penulis (12/08/2025)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Seluruh Peserta. Sumber: Data Pribadi Penulis (12/08/2025)

Banyumas, 12 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Remaja International, UNESCO Jakarta melalui mitra Locomotion Art Studio telah sukses menyelengarakan ICHCAP Video Showcase 2025 di kota pertama, Purwokerto. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan kekayaan pengetahuan dan praktik tradisional mengenai pelestarian budaya tak benda juga sekaligus untuk mendorong produksi konten kreatif mengenai warisan budaya tak benda dengan memanfaatkan media digital.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 12 Agustus 2025 di Hetero Space, Banyumas. Acara ini menampilkan karya video pemenang dari kompetisi film yang bertemakan “Capturing the Intangible Cutural Heritage” yang berasal dari Indonesia. Selain itu, peserta juga mengikuti workshop pembuatan konten video Reels yang dipandu oleh ICHCAP, serta praktek produksi video Reels bersama seniman dan pengrajin lokal Banyumas yang dipandu oleh Locomotion.

Diskusi Film Dengan Sutradara Film Terpilih. Sumber: Data Pribadi Penulis (12/08/2025)

Dalam acara ini, para peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai film-film terpillih bersama sutradara dari masing-masing, dengan fokus pada pelestarian warisan budaya tak benda. Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan penampilan budaya Banyumasan, termasuk Calung, Lengger, dan Ebeg. Untuk menambah nuansa lokal yang kental, dalam kegiatan ini menyediakan berbagai makanan dan minuman khas Banyumas, seperti Mendoan dan Badeg.

ICHCAP Turut Mencicipi Es Badeg Minuman Khas Banyumas. Sumber: Data Pribadi Penulis (12/08/2025)

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinporabudpar Banyumas, serta perwakilan ICHCAP yang datang langsung dari Korea, serta beberapa komunitas film lokal Banyumas. Meskipun acara ini tidak dibuka untuk umum, undangan juga diberikan kepada pelajar di Purwokerto, dengan harapan dapat mengajak para pemuda untuk berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya.

Diana Setiawati, sebagai perwakilan dari UNESCO Jakarta Unit Budaya menyatakan, “Kami berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran di kalangan generasi muda, bahwa betapa pentingnya melestarikan budaya tak benda. Dengan memanfaatkan media digital, kami ingin mendorong mereka untuk menciptakan konten budaya yang lebih kreatif.”

Salah satu peserta, Syarif, ikut membagikan pengalamannya, “Acara ini menurut saya cukup menginspirasi. Saya jadi lebih paham untuk bisa berkontribusi dalam melestarikan budaya kita, terutama di Banyumas. Karena, dengan melalui video, bisa menyampaikan pesan yang kuat tentang warisan budaya.”

UNESCO Jakarta juga akan mengadakan pemutaran video finalis di dua lokasi di Indonesia yaitu Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Banyumas menjadi kota di Jawa Tengah yang terpilih karena memiliki komunitas seni dan film yang aktif dan berkembang pesat serta memiiki kekayaan tradisi juga warisan budaya tak benda yang khas. Oleh karena itu, penyelenggaraan acara ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kesadaran dan menginspirasi generasi muda untuk berkarya.

Dengan semangat yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam melestarikan dan mempromosikan warisan budaya tak benda di era digital.