Fenomena Dracin Bukan Cuma Tontonan Ringan, tetapi Juga Cermin Lelahnya Kita

Mahasiswa Universitas Pamulang, Pogram Studi Akuntansi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Astuti Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fenomena dracin membuat banyak orang yang tadinya hanya mau menonton satu episode tiba-tiba sadar hari sudah lewat tengah malam. Dracin, singkatan drama China, kini lebih sering berarti serial pendek vertikal yang ditonton lewat ponsel. Menurut CNBC Indonesia (28 Januari 2026), aplikasi drama pendek tumbuh agresif sepanjang 2025 dan sebagian di antaranya termasuk aplikasi yang paling banyak diunduh di Indonesia. Menurut saya, ledakan ini bukan kebetulan. Ia jawaban atas penonton yang butuh hiburan cepat tanpa banyak berpikir.
Fenomena Dracin dan Format yang Menjerat
Menurut Katadata (8 Agustus 2026), dracin mulai diproduksi massal sejak 2018 dan popularitasnya meledak pada 2020, saat pandemi Covid-19. Yang menarik, penontonnya sering sadar ceritanya biasa saja. Detik (7 Januari 2026) memuat pengakuan artis Desta yang rela membayar demi menonton setiap episode, padahal menurutnya aktingnya kurang dan ceritanya umum. Menurut saya, di situlah kuncinya. Yang membuat orang bertahan bukan kualitas ceritanya, tetapi rasa penasaran yang dipotong tepat di puncak, lalu dijawab di episode berikutnya.
Kenapa Cerita yang Begitu-begitu Saja Tetap Laku
Katadata mengutip akademisi kajian budaya Institut Seni Indonesia, Anwar Kurniawan, yang menyebut plot dracin memang “begitu-begitu saja”, tetapi justru bermakna bagi penonton Indonesia yang membutuhkan tontonan dengan akhir bahagia. Saya sepakat. Setelah seharian bekerja atau kuliah, banyak orang tidak mencari cerita yang menantang, melainkan cerita yang pasti berakhir enak. Bahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menurut Katadata, mengaku menonton drama China pendek untuk menghibur diri saat stres. Jadi menurut saya, menertawakan penontonnya salah alamat. Mereka tidak bodoh, hanya lelah.
Pelajaran bagi Industri Kita
Pasar tentu mencium peluang ini. Menurut Katadata, grup MNC meluncurkan aplikasi V+Short khusus mikrodrama pada 8 Mei 2026. Menurut saya, industri lokal sebaiknya belajar dari dracin soal tempo dan rasa penasarannya, bukan dengan menjiplak ceritanya. Penonton Indonesia punya kisah sendiri yang dekat dengan hidup mereka, dan format pendek bisa jadi wadah baru untuk itu.
Mungkin pertanyaannya bukan mengapa kita ketagihan, tetapi apa yang sedang kita cari. Fenomena dracin adalah ledakan drama pendek China yang menjerat penonton lewat format singkat, cliffhanger, dan akhir bahagia. Menurut saya, di balik satu episode lagi selalu ada kelelahan yang ingin diistirahatkan.
SUMBER
CNBC Indonesia, “LK21-IndoXXI Bahaya, Ini 7 Tempat Nonton Drama Cina Legal di RI”, 28 Januari 2026: cnbcindonesia.com
Katadata, “Mikrodrama ala Dracin jadi Primadona Baru Industri Hiburan di Indonesia”, 8 Agustus 2026: katadata.co.id
Detik, “Demam Dracin di Indonesia: Digandrungi Bapak-bapak hingga Ojol”, 7 Januari 2026: detik.com
