Konten dari Pengguna

8 Tujuan Profiling ASN, Penempatan Berbasis Meritokrasi hingga Integrasi Data

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas tujuan Profiling ASN. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas tujuan Profiling ASN. Foto: Pexels

Memahami tujuan Profiling ASN atau ProASN menjadi hal yang sangat penting dilakukan bagi seluruh pegawai pemerintah dalam mendukung pemetaan karier. Mengetahui hal ini memudahkan apratur dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.

Melalui asesmen yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tersebut, tata kelola sumber daya manusia (SDM) di lingkungan instansi pemerintah diharapkan berjalan efektif. Dengan begitu, cita-cita birokrasi adaptif dan berdaya saing akan terwujud.

Tujuan Profiling ASN

Ilustrasi memahami tujuan Profiling ASN. Foto: Unsplash

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026 tentang Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rangka Percepatan Penerapan Manajemen Talenta Instansi Pemerintah untuk Mewujudkan Asta Cita dan Visi Misi Kepala Daerah, tujuan pelaksanaan ProASN terbagi menjadi delapan, meliputi:

1. Menyusun Gambaran Pemetaan Kemampuan ASN Tingkat Nasional

Proses ini menghasilkan pemetaan yang menyeluruh mengenai penyebaran keterampilan, ketimpangan kemampuan, hingga kesiapan ASN di pusat maupun pemerintah daerah (pemda). Hal tersebut bertujuan untuk menopang program prioritas pembangunan.

2. Mengintegrasikan Kemampuan ASN dengan Program Asta Cita dan Visi Misi Kepala Daerah

Upaya ini memastikan kemampuan SDM di daerah sejalan dengan keperluan strategis pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan begitu, kepala daerah mempunyai acuan data pegawai untuk merancang tim kerja dan strategi pembangunan.

3. Menerapkan Penempatan ASN Menggunakan Sistem Meritokrasi

ProASN menjamin posisi kerja yang terhubung dengan Asta Cita pusat maupun program unggulan daerah diisi oleh pegawai bermutu tinggi. Pengisian jabatan didasarkan pada kesesuaian keahlian maupun potensi, bukan atas pertimbangan subjektif atau kedekatan.

4. Mengembangkan Wadah Talenta ASN Nasional yang Adaptif juga Inklusif

Sistem ProASN menyediakan daftar pegawai berkualitas di tingkat pusat dan daerah yang siap dialokasikan untuk menduduki jabatan krusial. Kehadirannya juga memudahkan daerah yang mengalami kekurangan tenaga ahli pada sektor-sektor pembangunan utama.

5. Mempercepat Peningkatan Keterampilan yang Tepat Sasaran

Data rekam jejak pegawai dijadikan dasar dalam merancang program pelatihan atau pendidikan di tingkat pusat dan daerah. Alokasi anggaran negara untuk pengembangan kapasitas ASN pun dapat mengatasi kekurangan kemampuan yang paling penting.

6. Memperkokoh Rencana Regenerasi Kepemimpinan Birokrasi Pusat dan Daerah

Profiling ASN diharapkan dapat menjamin ketersediaan calon pimpinan masa depan di kementerian, lembaga nonkementerian, lembaga nonstruktural, hingga pemda. Seluruh calon pimpinan telah melalui proses verifikasi, sehingga siap memegang jabatan.

7. Mewujudkan Penggabungan Data ASN secara Terpadu

ProASN mampu membangun sumber data tunggal pegawai yang mencakup seluruh ASN agar dapat diakses secara langsung melalui sistem digital BKN.

Kehadiran platform ini menghilangkan pemisahan data yang sebelumnya menjadi hambatan dalam pengelolaan SDM.

8. Menopang Kesesuaian Rencana Pembangunan Pusat dan Daerah

Profiling ASN menjamin kesesuaian antara kebutuhan pegawai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), RPJMD, maupun rencana strategis instansi dengan ketersediaan talenta.

Dengan demikian, tidak ada pimpinan instansi yang memulai masa tugasnya tanpa memahami peta kekuatan SDM yang dimiliki.

Materi Profiling ASN

Instrumen penilaian dalam sistem ProASN terdiri dari:

  • Kompetensi manajerial dan sosial kultural.

  • Potensi.

  • Literasi digital.

  • Preferensi karier, mencakup Tripatha Karier dan Talent DNA.

Baca Juga: 25 Contoh Soal Sosial Kultural Profiling ASN dan Kisi-kisinya

(MDP)