Apakah Tumbler Boleh Diisi Air Kelapa? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial X dan Threads tengah ramai membahas tumbler yang tak boleh diisi air kelapa. Belakangan ini, tumbler memang jadi salah satu benda yang kerap dibawa ke mana-mana oleh anak muda sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik. Tumbler tak hanya diisi air putih, tapi juga minuman lain, termasuk air kelapa.
Namun, beberapa hari terakhir, muncul banyak cuitan di media sosial yang mengingatkan untuk tidak mengisi tumbler dengan air kelapa. Salah satunya dari akun X @anggarasamvdr (14/9) yang mengunggah gambar bertuliskan “Di umur berapa lo baru tau kalo tumbler gaboleh diisi air kelapa?”.
Unggahan itu memicu diskusi yang ramai di kolom komentarnya. Lantas, apakah benar tumbler tidak boleh diisi air kelapa? Simak penjelasannya berikut ini.
Apakah Tumbler Boleh Diisi Air Kelapa?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu dipahami terlebih dahulu kandungan air kelapa. Berbeda dari air putih yang memilih pH netral 7, air kelapa sedikit asam dengan pH 4,7 hingga 5,3 sebelum dicerna.
Dikutip dari Everyday Health, meskipun secara teknis air kelapa sedikit asam, tapi minuman ini sering dianggap bersifat basa setelah dicerna. Air kelapa dapat menghidrasi dan kaya akan elektrolit seperti kalium, natrium, dan magnesium.
Karena kandungannya berbeda dengan air, maka cara penyimpanannya pun tidak bisa sepenuhnya sama. Jika air putih boleh disimpan dalam tumbler stainless steel dalam waktu lama, maka air kelapa sebaliknya.
Sebuah brand tumbler asal China, BORGE Bottle, menjelaskan bahwa air kelapa tidak boleh disimpan terlalu lama dalam tumbler berbahan stainless steel. Meskipun stainless steel termasuk baja yang tahan terhadap asam, tapi jika diisi air kelapa dalam waktu lama, maka bisa terjadi hal-hal berikut:
Permukaan baja akan terpengaruh oleh asam dari air kelapa sehingga menyebabkan perubahan warna atau kilaunya memudar.
Air kelapa meninggalkan bau menyengat dalam tumbler karena sifatnya yang mudah basi.
Jika tumbler tidak dibersihkan dengan baik atau masih tersisa air kelapa di bagian karet, bisa terjadi pertumbuhan jamur pada tumbler.
Oleh karena itu, sebaiknya jangan menyimpan air kelapa dalam tumbler stainless steel terlalu lama. Selain itu, bersihkan tumbler dengan menyeluruh menggunakan air hangat dan sabun agar tak ada residu yang tertinggal.
Minuman yang Tidak Boleh Dimasukkan dalam Tumbler
Merujuk beberapa informasi dari berbagai brand botol minum, seperti Fayren dan Australian Bottle Co, berikut minuman yang tidak boleh dimasukkan dalam tumbler berbahan stainless steel:
Minuman asam seperti air lemon dan soda. Kandungannya dapat menyebabkan korosi pada stainless steel dan memengaruhi permukaan botol hingga rasa minuman.
Susu dan produknya seperti krim atau yoghurt. Sifatnya mudah basi sehingga menyebabkan botol beraroma menyengat dan sulit dibersihkan.
Minuman obat tradisional. Beberapa minuman obat tradisional tidak boleh dimasukkan dalam tumbler karena sifatnya yang asam atau basa, sehingga bisa menyebabkan korosi pada stainless steel.
Baca Juga: Seberapa Sering Sebaiknya Kita Mencuci Botol atau Tumbler?
(DEL)
