Konten dari Pengguna

Salah Circle atau Salah Pilih? Begini Pertemanan Membentuk Diri Siswa SMA

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elsa Riani Adu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki masa SMA berarti memasuki lingkungan yang baru. Bertemu dengan teman-teman baru, mengenal berbagai karakter, dan mulai menemukan kelompok pertemanan yang dirasa cocok. Pada masa ini, istilah circle tentu sudah tidak asing lagi bagi para pelajar.

Bagi sebagian siswa, circle hanya dianggap sebagai kelompok teman untuk belajar, bercanda, atau menghabiskan waktu bersama. Namun, tanpa disadari, lingkungan pertemanan dapat memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap cara seseorang berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.

Lalu, seberapa besar sebenarnya pengaruh sebuah circle terhadap diri siswa SMA?

AI

Circle Bisa Membentuk Kebiasaan

Seseorang biasanya menghabiskan banyak waktu bersama teman-temannya. Karena sering berinteraksi, kebiasaan dalam sebuah kelompok dapat perlahan ikut terbawa.

Contohnya, siswa yang berada di lingkungan teman-teman yang senang belajar mungkin akan lebih termotivasi untuk belajar. Begitu juga dengan siswa yang berada dalam lingkungan yang aktif mengikuti organisasi atau kegiatan sekolah. Dukungan dari teman dapat membuat seseorang lebih berani mencoba sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.

Hal ini menunjukkan bahwa circle tidak selalu memberikan pengaruh negatif. Justru, lingkungan pertemanan yang sehat dapat menjadi tempat untuk berkembang.

Ketika Ingin Diterima oleh Circle

Namun, menjadi bagian dari sebuah kelompok juga dapat menimbulkan tekanan. Keinginan untuk diterima terkadang membuat seseorang merasa harus mengikuti kebiasaan teman-temannya.

Misalnya, seseorang yang sebenarnya tidak tertarik melakukan sesuatu akhirnya ikut karena takut dianggap berbeda. Ada juga yang merasa harus mengikuti tren tertentu agar tidak merasa tertinggal dari teman-temannya.

Tekanan seperti ini sering kali tidak terlihat. Seseorang mungkin terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan agar tetap diterima.

AI

Apakah Memilih Circle Itu Penting?

Memilih teman bukan berarti kita harus mencari orang yang memiliki sifat dan pemikiran yang sama persis dengan kita. Perbedaan dalam pertemanan justru bisa membuat kita belajar memahami sudut pandang orang lain.

Yang penting adalah bagaimana sebuah pertemanan memberikan ruang bagi setiap anggotanya untuk menjadi diri sendiri.

Circle yang sehat seharusnya tidak memaksa seseorang melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Sebaliknya, teman yang baik dapat saling mengingatkan, mendukung ketika menghadapi masalah, dan ikut senang ketika salah satu dari mereka mencapai sesuatu.

Bukan Berarti Semua Salah Circle

Ketika seseorang mengalami perubahan setelah berteman dengan kelompok tertentu, bukan berarti semua kesalahan harus diberikan kepada circle. Setiap orang tetap memiliki pilihan dan tanggung jawab atas keputusan yang dibuatnya.

Circle memang dapat memengaruhi kita, tetapi kita tetap memiliki kendali untuk menentukan siapa diri kita.

Karena itu, penting bagi siswa SMA untuk tidak hanya bertanya, “Apakah aku cocok dengan circle ini?”, tetapi juga bertanya, “Apakah aku berkembang menjadi lebih baik ketika bersama

AI

Pada Akhirnya, Circle Seperti Cermin

Pertemanan merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan seseorang selama masa SMA. Kita mungkin bertemu banyak orang, memiliki circle yang berbeda, bahkan mengalami perubahan pertemanan seiring berjalannya waktu.

Dari sana, kita belajar bahwa tidak semua teman harus bertahan selamanya dan tidak semua circle harus kita ikuti.

Circle yang baik bukanlah circle yang membuat kita harus berubah menjadi orang lain, tetapi circle yang membantu kita berkembang tanpa kehilangan diri sendiri.

Jadi, ketika seseorang berubah karena lingkungannya, apakah itu karena “salah circle” atau “salah pilih”? Mungkin jawabannya bukan salah satu. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memilih lingkungan yang membawa pengaruh baik dan tetap memiliki keberanian untuk menentukan pilihan sendiri.