Suku Sunda Berasal dari Mana? Jejak Sejarahnya
Artikel yang membahas seputar ilmu sejarah dalam maupun luar negeri.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jejak Sejarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suku Sunda merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di Indonesia yang mendiami wilayah Jawa Barat, Banten, serta sebagian Jakarta dan Lampung. Keberadaan mereka sudah tercatat sejak masa prasejarah dengan peninggalan budaya yang kaya dan beragam.
Memahami asal usul suku Sunda dapat membantu kita mengenal lebih dalam tentang identitas dan perjalanan peradaban masyarakat di Tatar Sunda. Menariknya, jejak sejarah suku Sunda dapat ditelusuri melalui berbagai bukti arkeologi, prasasti, hingga dinamika sosial budaya yang berkembang dari waktu ke waktu.
Asal Usul Suku Sunda dari Perspektif Sejarah
Masyarakat Sunda merupakan kelompok etnis yang mendiami wilayah Tatar Sunda, yaitu Jawa Barat, Banten, serta sebagian wilayah Jawa Tengah bagian barat. Menurut artikel Dinamika Budaya dan Sosial dalam Peradaban Masyarakat Sunda Dilihat dari Perspektif Sejarah oleh Yat Rospia Brata dan Yeni Wijayanti, masyarakat Sunda telah memiliki kebudayaan sendiri sebelum masuknya pengaruh India. Setelah itu, kebudayaan lokal berkembang melalui proses akulturasi dengan pengaruh Hindu-Buddha, Islam, dan Barat tanpa kehilangan identitas dasarnya. Rekonstruksi sejarah masyarakat Sunda didukung oleh berbagai peninggalan berupa prasasti, naskah, artefak, candi, dan situs-situs sejarah yang tersebar di Tatar Sunda.
Bukti Historis Keberadaan Suku Sunda
Jejak sejarah masyarakat Sunda dapat ditelusuri melalui berbagai peninggalan dari masa Tarumanegara hingga Kerajaan Sunda. Prasasti Kebon Kopi, Pasir Jambu, Ciaruteun, dan Tugu menjadi bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Setelah berakhirnya Tarumanegara pada abad ke-7, berdirilah Kerajaan Sunda yang pusat pemerintahannya beberapa kali berpindah, antara lain di Galuh, Pakuan Pajajaran, Kawali, dan kembali ke Pakuan Pajajaran. Selain prasasti, berbagai naskah, artefak, dan situs sejarah juga menjadi sumber penting dalam merekonstruksi perkembangan peradaban masyarakat Sunda.
Dinamika Budaya dan Sosial dalam Peradaban Masyarakat Sunda
Jurnal menjelaskan bahwa dinamika masyarakat Sunda didasarkan pada nilai-nilai Kagaluhan yang membentuk kehidupan sosial dan budaya masyarakat dari masa lampau hingga era digital. Karakter masyarakat Sunda digambarkan sebagai masyarakat yang egaliter, tercermin dalam sistem religi, bahasa, kesenian, organisasi sosial, sistem pengetahuan, teknologi, hingga mata pencaharian. Meskipun mengalami pengaruh dari berbagai kebudayaan luar, masyarakat Sunda tetap mempertahankan identitas budaya dan kearifan lokalnya.
Adaptasi terhadap Perubahan Zaman
Globalisasi dan era digital menghadirkan tantangan terhadap pelestarian budaya Sunda. Namun, berbagai nilai kearifan lokal yang terkandung dalam sistem religi, bahasa, kesenian, teknologi, organisasi sosial, dan pengelolaan lingkungan masih dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat masa kini. Oleh karena itu, perpaduan antara nilai lokal dan perkembangan zaman menjadi penting untuk menjaga kelestarian budaya Sunda.
Reviewed by Melody Aria Putri, M.Hum., Gr.
Baca Juga: Sejarah Kota dan Jejak Peradabannya di Indonesia